Polisi Ringkus Pemuda Asal Semarang Produksi dan Jual Kosmetik Ilegal

oleh

Semarang – INFOPlus. Seorang pemuda bernama Raka Krishananto (23), asal Semarang harus berurusan dengan hukum usai bisnis gelapnya memproduksi dan menjual kosmetik ilegal terungkap. Bisnis dengan penghasilan tak seberapa itu justru membuatnya terancam 12 tahun penjara.

“Awal terungkapnya kasus ini, teman-teman dari Satuan Narkoba Polrestabes Semarang mendapatkan informasi dari warga tentang adanya dugaan tempat memproduksi alat-alat kesehatan tanpa izin,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat jumpa pers di mako polrestabes semarang.

Setelah ditelusuri, ternyata benar, Raka diketahui memproduksi berbagai kosmetik tanpa izin. Setidaknya ada enam produk yang dijualnya yakni pemutih gigi, toner, penumbuh alis, pemutih ketiak, hingga lulur.

INFO lain :  Angkut 16 Orang, Kapal Motor Sanjaya Hilang

“Setelah dilakukan penyelidikan benar diketahui memang tersangka ini memproduksi tanpa izin kemudian diedarkan melalui Shoppe,” lanjutnya.

Usahanya ini dilakukan sejak Maret 2023. Sekitar 3.350 botol kosmetik ditemukan di tempat produksinya, Sambungharjo, Genuk. Berbagai bahan mentah kosmetik hijgga alat produksi juga disita sebagai barang bukti.

“Yang bersangkutan dijerat dengan UU Kesehatan pasal 435 dan 435 UU Kesehatan No 17 tahun 2003 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.

INFO lain :  Pemkot Bekasi Harus Bayar Ganti Rugi Rp19 Miliar Untuk Sengketa Lahan di Tiga SDN Bantargebang

Kepada polisi, Raka mengaku hanya coba-coba melakukan bisnis ilegal itu. Dia bahkan mengaku hanya mendapat untung paling besar Rp 1,5 juta per bulan dari usahanya.

Hal itu juga membuat polisi keheranan. Sebab, sejumlah barang bukti yang disita polisi ditaksir mencapai puluhan juta.

Raka yang merupakan lulusan SMK jurusan otomotif itu mengaku semuanya hasil pinjaman dan hutangnya masih berjalan. Dia, berhutang dengan cara tunda bayar lewat aplikasi tempatnya berjualan.

INFO lain :  Jokowi Buka Muktamar Sufi Internasional di Pekalongan, Seribu Personel TNI Polri Siaga

“Saya hutang ini di shoppe itu, paylater,” kata Raka.

Dia mengaku baru belajar membuat alat kosmetik itu melalui kanal Youtube. Dia juga tak menjawab tegas saat ditanya awal idenya memproduksi alat kosmetik itu.

“Mungkin saat itu ide muncul tiba-tiba,” jawabnya.

Ayah satu anak itu menyebut bahwa produknya menggunakan merk yang banyak tersedia di marketplace. Misalnya pemutih gigi dengan merk Teeth Whitening, lulur diberi merk Bedda Lelang dan Lulur Rempah Kayu Bangkal. (Mh/Mw)