Kontingen Indonesia Dievakuasi Pada Ajang Internasional Jambore Korsel

oleh

Jakarta – INFOPlus. Hanya dalam hitungan hari, Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Korea Selatan berantakan akibat gelompang panas, angin topan, wabah Covid, dan tuduhan salah tata kelola.

Keluhan-keluhan yang muncul diikuti kritik soal kurangnya persiapan panitia penyelenggara.

Jambore Pramuka ini adalah perhelatan setiap empat tahun sekali yang mengumpulkan para pramuka muda dari seluruh dunia. Sedemikian banyak pesertanya, acara tersebut dijuluki sebagai kamp pemuda terbesar di dunia.

Sekitar 43.000 peserta, mayoritas berusia 14-18 tahun, berkumpul sejak 1 Agustus 2023 untuk mengikuti rangkaian acara selama 12 hari di pantai barat Korea Selatan. Namun, beragam persoalan di perkemahan menyebabkan kontingen-kontingen dari berbagai negara dipulangkan.

INFO lain :  Seorang Wanita Tidur di Trotoar Tambora, Jakarta

Pada Senin (07/08), angin topan yang memicu badai tropis memaksa para panitia untuk mengevakuasi seluruh peserta dari perkemahan Saemangeum, yang merupakan dataran luas tanpa pohon. Kontingen-kontingen dari berbagai negara kini dievakuasi ke berbagai wilayah di seantero negeri, termasuk yang berjarak ratusan kilometer utara dari Seoul.

Sebanyak 1.569 anggota kontingen Indonesia yang turut hadir juga dievakuasi dari perkemahan Saemangeum ke Asrama Universitas Wonkwang, Provinsi Jeollabuk pada Selasa (8/8).

Wakil Kepala Kwartir Nasional (Kwarnas), Berthold Sinaulan, mengatakan “seluruh kontingen dalam keadaan baik”.

INFO lain :  Ojol Membantu Penumpang Kabur dari Penipuan Kerja

“Saat ini, seluruh anggota kontingen Indonesia sudah aman di tempat penampungan,” ujar Berthold dikutip dari Kompas.com.

Kegiatan Jambore, kata dia, tetap dilanjutkan dengan kunjungan wisata ke berbagai tempat. Penutupan akan digelar pada 11 Agustus 2023.

“Kontingen Indonesia akan meninggalkan Korea Selatan untuk kembali ke Tanah Air, sesuai jadwal penerbangan masing-masing, yaitu pada 12,13, dan 14 Agustus 2023,” katanya.

Tanah becek, udara ‘sangat panas’, hingga makanan mengandung babi

Salah satu anggota kontingen asal Jawa Tengah, Fayyazza Faizora, 16, mengaku antusias ketika terpilih untuk mewakili Indonesia ke Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan. Apalagi, ini adalah kali pertama dia pergi ke luar negeri. Tetapi dia terkejut dengan cuaca Korea Selatan yang “sangat panas” begitu dia tiba. Udara bahkan sudah mulai panas sejak pukul 07.00 dan 08.00 pagi.

INFO lain :  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

“Jadi lebih baik jangan tempatkan diri di tenda. Udara di tenda enggak bisa keluar,” kata Ayya dikutip dari Kompas.com.

Para peserta akhirnya banyak yang memilih berteduh di atap tenda yang didirikan penyelenggara. Tempat perkemahan yang sempat dilanda hujan deras sejak sebelum acara, membuat air hujan tergenang dan tanah becek.