Kontingen Indonesia Dievakuasi Pada Ajang Internasional Jambore Korsel

oleh

“[Kami tiba saat] tanahnya masih dalam keadaan basah. Jadi kami bawa koper ke sini itu berat di atas tanah yang basah,” kata dia, meski beberapa hari kemudian area perkemahan mengering karena cuaca panas.

Ayya mengaku sempat khawatir apakah bisa bertahan dengan situasi di perkemahan. Bahkan ada juga peserta yang menangis dan minta pulang.

“Waktu hari pertama aku tinggal di tenda dengan banyaknya kekurangan, aku selalu mikir, emang aku bisa ya bertahan hidup di sini. Apalagi kami harus tinggal di sini sampai 14 hari,” ujar dia.

Menurut Ayya, unitnya tidak kekurangan makanan karena masih bisa membeli ke minimarket yang disediakan penyelenggara. Namun lokasinya agak jauh dan mereka harus mengantre di bawah udara panas.

INFO lain :  Seorang Wanita Tidur di Trotoar Tambora, Jakarta

Sayangnya, Ayya mengungkapkan kelompoknya menemukan makanan haram mengandung babi pemberian panitia. Padahal, kontingen Indonesia telah memesan makanan halal.

“Ada crackers. Kita iseng pakai Google Translate ternyata mengandung babi. Pagi ini, kok ada lagi. Semacam jeli gitu,” katanya.

Namun dia mengatakan bahwa panitia penyelenggara terus berupaya membenahi segala kekurangan itu. Persoalan yang meliputi jambore ini telah muncul jauh sebelum badai menerjang. Seminggu sebelum acara, hujan deras membuat area perkemahan becek dan menjadi sarang nyamuk.

INFO lain :  Ojol Membantu Penumpang Kabur dari Penipuan Kerja
Diterjang gelombang panas dengan suhu mencapai 35C.

Sebanyak 400 kasus kelelahan akibat suhu panas dilaporkan pada malam pertama. Banyak yang harus dirawat di rumah sakit darurat. Wabah Covid-19 juga menginfeksi sekitar 70 peserta. Panitia penyelenggara mengerahkan staf medis tambahan, lalu menyediakan lebih banyak tempat berteduh dan AC di lokasi. Namun menurut para peserta, upaya itu tidak cukup.

Buruknya sanitasi, makanan yang basi, kurangnya tempat berlindung, serta minimnya privasi.

Seorang laki-laki dari delegasi Thailand tertangkap masuk ke kamar mandi perempuan. Dia mengklaim kejadian itu tak disengaja, dan mengaku tidak melihat ada penanda jenis kelamin. Setelah insiden itu, 85 peserta asal Korea Selatan mengundurkan diri dari jambore. Menurut mereka, panitia penyelenggara tidak cukup berupaya untuk melindungi perempuan.

INFO lain :  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Pada akhir pekan lalu, kontingen Inggris dan AS dipulangkan dari perkemahan. Langkah itu juga diikuti oleh Singapura dan Selandia Baru.

Pemerintah Korea Selatan akhirnya memerintahkan evakuasi seluruh peserta pada Selasa, setelah mengakui bahwa tempat itu tidak lagi aman mengingat ada badai yang mendekat. Lebih dari 1.000 bus dikerahkan untuk mengevakuasi ribuan peserta bus dan relawan dari kawasan perkemahan ke berbagai wilayah di Korea Selatan.