Kontingen Indonesia Dievakuasi Pada Ajang Internasional Jambore Korsel

oleh

Pada Rabu (09/08), salah satu bus mengalami kecelakaan menyebabkan tiga anggota pramuka Swiss terluka dan dirawat di rumah sakit.

Acara tetap berlanjut

Meskipun para peserta telah dievakuasi, penyelenggara mengatakan bahwa jambore akan dilanjutkan hingga 12 Agustus dengan tur dan program pendidikan di lokasi-lokasi baru di seantero negeri. Kementerian Kebudayaan Korea Selatan juga mengumumkan bahwa upacara penutupan pada akhir pekan ini akan digelar dengan konser K-pop di Stadion Piala Dunia Seoul.

Seorang juru bicara dari kontingen Selandia Baru mengatakan kepada BBC bahwa tim mereka telah bertahun-tahun berusaha mengumpulkan dana demi acara tersebut.

INFO lain :  Seorang Wanita Tidur di Trotoar Tambora, Jakarta

Para sukarelawan “bertekad menjadikan ini pengalaman yang positif” meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Namun kritik-kritik telah bermunculan bahkan sejak sebelum acara dimulai, termasuk dari politisi-politisi lokal yang prihatin bahwa tempat itu tidak memiliki perlindungan alami dari panas.

Seorang pejabat senior Korea Selatan, yang dipanggil ke tempat perkemahan itu pada pekan lalu, mengatakan kepada BBC bahwa penyebab utama kekacauan itu disebab oleh kurangnya petugas.

“Kami mengirim sejumlah pekerja ke lokasi, dan ada yang melaporkan bahwa mereka bahkan tidak bisa makan siang. Ada tumpukan kotak makan siang yang disiapkan, tapi tidak ada yang membagi-bagikannya,” katanya kepada BBC.

INFO lain :  Ojol Membantu Penumpang Kabur dari Penipuan Kerja

Dia menolak namanya disebutkan karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media. Selain Asosiasi Pramuka Korea, acara ini dikelola oleh pemerintah provinsi, badan legislatif Korea Selatan, serta lembaga pemerintah lainnya termasuk kementerian kesetaraan gender dan keluarga, kementerian pariwisata, dan kementerian dalam negeri.

Media Korea juga melaporkan adanya masalah logistik. Misalnya, panitia di salah satu distrik menyiapkan makanan dan akomodasi untuk 175 kontingen pramuka asal Yaman yang dievakuasi. Tapi ternyata kontingen itu bahkan tidak menghadiri jambore sejak awal.

“Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun Jambore Pramuka Dunia, kita harus menghadapi tantangan yang sangat rumit, mulai dari banjir hingga gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan sekarang topan!” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Gerakan Pramuka Dunia, Ahmad Alhendawi dalam sebuah pernyataan.

INFO lain :  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
Diterjang angin topan

Topan adalah bencana yang tidak terduga. Terakhir kali topan mengganggu perhelatan jambore adalah pada 1971 di Jepang, kata juru bicara Pramuka kepada BBC. Bagaimanapun, otoritas Korea Selatan juga akan menghadapi tuduhan salah kelola setelah mempersiapkan acara ini selama enam tahun.