Volume Sampah Capai 30.550 Ton

oleh
oleh

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto menekankan pentingnya mencegah perilaku membuang sampah sembarangan di masyarakat. Selain itu, tata kelola lingkungan, termasuk pemberdayaan bank sampah mesti dioptimalkan.

Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan telah mengakibatkan munculnya penumpukan sampah dalam jumlah besar. Akibatnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ngronggo, Kumpulrejo hampir penuh.

Yuliyanto menyebutkan, pada 2011 jumlah penduduk Kota Salatiga sekitar 140 ribu jiwa. Dalam kurun 10 tahun, jumlah penduduk Salatiga hampir mencapai 200 ribu jiwa atau bertambah hampir 60 ribu jiwa.

INFO lain :  Bidan Kota Semarang, Titik Setiasih Tipu CPNS

Pertambahan penduduk tersebut berdampak pada meningkatnya produksi sampah. Karenanya, perlu upaya meminimalisasi sampah, khususnya sampah plastik melalui 3R, yakni reuse, reduce, recycle.

“Saat ini sampah di TPA Ngronggo sudah hampir penuh. Untuk itu, sampah harus dikelola dengan baik melalui prinsip 3R agar lebih bermanfaat,” ujarnya, Rabu (19/2).

Wali kota juga mengajak Tim Penggerak PKK tidak lagi memakai plastik sekali pakai. Bagaimana pun keseriusan pemerintah dalam memerangi sampah tidak akan berhasil tanpa peran aktif masyarakat, baik melalui bank sampah maupun secara pribadi.

INFO lain :  Keuskupan Agung Semarang Tiadakan Misa Mingguan

“Hasilnya sudah bisa dirasakan bersama, bahwa Kota Salatiga sekarang sudah semakin baik dan semakin maju. Itu semua tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi masyarakat Salatiga,” tandasnya.

Kasi Pengelolaan Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Yusvian Erianto menyampaikan, makin bertambahnya jumlah penduduk dengan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat, telah berdampak pada meningkatnya jumlah timbunan sampah.

INFO lain :  Penyebab Kecelakaan di Kalangan Pelajar

Disebutkan, jumlah sampah yang masuk ke TPA Ngronggo pada 2019 sebanyak 30.550 ton dari potensi produksi sampah masyarakat sebesar 41.216,17 ton. Sisanya sebanyak 7.341,58 ton (17,61%) telah dikelola oleh bank sampah dan masyarakat.

Karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat agar berperilaku mengurangi sampah rumah tangga melalui prinsip 3R, mengubahnya dari useless (tak berguna) menjadi barang berguna. (mht)