SEMARANG – Keuskupan Agung Semarang memutuskan meniadakan Misa Mingguan dan berbagai kegiatan bergereja selama lebih kurang dua pekan ke depan.
Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Uskup Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko semua kegiatan kegerejaan yang melibatkan banyak orang akan ditiadakan.
“Ini diputuskan hingga 3 April 2020 mendatang,” ujarnya, Kamis (19/3).
Hal tersebut tertuang dalam surat gembala yang ditujukan kepada seluruh gereja di wilayah keuskupan ini.
“Kita tahu penularan COVID-19 terjadi antara lain karena perjumpaan yang melibatkan orang banyak,” sebutnya.
Selain Misa Mingguan, berbagai kegiatan gereja, seperti Misa Lingkungan, pengakuan dosa massal, hingga latihan persiapan Pekan Suci, juga ditiadakan.
Ia menambahkan ketentuan berkaitan dengan Pekan Suci akan disampaikan pada waktunya, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi.
Meski Misa Mingguan ditiadakan, perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Semarang akan disiarkan secara langsung secara daring.
Siaran online tersebut bisa dilihat melalui laman Youtube dengan mengakses akun Komisi Keuskupan Agung Semarang.(mht)















