Dinkes Salatiga Temukan 319 Kasus TBC. Tapi Masih Ada Kemungkinan Kasus yang Belum Teridentifikasi

oleh
oleh

SALATIGA – Temuan Tuberkulosis (TBC) di Kota Salatiga selama 2019 mencapai 319 kasus.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga sampai pada triwulan ketiga tahun 2019, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 348 kasus.
Sekda Kota Salatiga Fakruroji mengatakan, menurunnya angka kasus TBC tidak serta merta membuat perhatian terhadap kasus tersebut diturunkan.
INFO lain :  Kejari Kota Semarang Tangkap Tonny Kurniawan, Buron Pemalsuan Surat PT Global Investama Engineering
“Dengan menurunnya kasus ini pemerintah Kota Salatiga justru harus tetap waspada dan terus menemukan potensi yang lain,” ujarnya, Selasa (26/11).
Menurutnya, meskipun angka turun pihaknua harus tetap waspada karena masih ada kemungkinan adanya kasus TBC yang belum teridentifikasi dan adanya potensi penularan.
“Penanggulangan TBC membutuhkan penanganan secara bersama-sama dan dibutuhkan komitmen yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Sehingga, kata Sekda, hal itu harus diwujudkan dengan upaya yang sungguh-sungguh dari lintas sektoral tersebut.
“Rencana aksi ini harus rill untuk menangangin kasus TBC yang ada,” tegasnya.
Fakruroji berharap kasus tersebut pada tahun depan bisa teridentifikasi secara keseluruhan sehingga bisa dilakukan penanganan yang cepat.
Diharapkan ada dukungan dari berbagai pihak menangani masalah TBC sehingga di tahun 2030 nanti Kota Salatiga bisa bebas dari TBC dan guna mendukung program nasional bebas TBC tahun 2050.
“Peran dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga bisa melakukan upaya pencegahan identifikasi, dan penyembuhan TBC secara tuntas. Namun apabila tidak ditangani dengan baik penderita bisa berubah menjadi resisten obat,” tandasnya. (mht)