Ngaku Pegawai Kejaksaan dan Adik Kapolda Jabar. Isteri Anggota TNI Tipu CPNS

oleh

Semarang – Kasus dugaan penipuan bermodus mampu meloloskan peserta seleksi CPNS TNI dan Polri dilakukan Iis Suryani binti Ansori (47). Pelaku warga asli Desa Kalibagor Rt.02 Rw.03 Kec.Kab.Kebumen.

Aksi Iis dilakukan dengan mengaku sebagai pegawai kejaksaan, keponakan pejabat TNI dan adik Kapolda Jabar. Hal itu untuk meyakinkan korban.

Iis Suryani yang nyatanya ibu Rumah Tangga biasa, lulusan SMA itu tidak ditahan saat penyidikan. Penahanan baru dilakukan penuntut umum 14 Juni 2019 lalu. Ia kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Kasus dugaan penipuan terjadi Mei 2017 lalu di rumah korbannya, Teguh Hartanto Bin Moch Chamim (Alm) Kp Klimpang Rt.001 Rw.001 Kel. Sendangmulyo Kec. Tembalang Kota Semarang. Menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan tipu muslihat Iis diduga menipu, bermodus meloloskan korban pada seleksi TNI atau Polri.

INFO lain :  Ida Nursanti Dibebani Membayar UP Rp 564 Juta atas Korupsi PA Blora 2008

“Perkara masuk pengadilan 26 Juni lalu dan teregister nomor 433/Pid.B/2019/PN Smg atas terdakwa Iis Suryani,” jelas Noerma Soejatiningih, Panmud Pidana pada PN Semarang, belum lama ini.

Dugaan penipuan dilakukan Iis dengan berpura-pura menjadi orang yang dapat mengurus kelulusan penerimaan TNI/ Polri. Sebelumnya, pada 2016 Iis bertemu korban Teguh Hartanto saat anaknya bernama Roso Hari Nugroho mengikuti seleksi penerimaan Anggota TNI di Kodam IV Diponegoro.

Iis yang tinggal tak jauh dari Kodam bertemu dan memperlihatkan foto salah satu pejabat TNI.

INFO lain :  Sales Springbed Disidang atas Pencurian di Salon Lia

“Ini Pakde saya, kalau dalam perjalanan ada kendala, saya siap membantu,” kata Iis ke Teguh.

Iis mengaku bisa membantu meluluskan seleksi polisi dengan menggunakan uang Rp 150 juta. Mendengar itu, Teguh tertarik dan meminta nomor handphone Iis.

Pada 2017 saat anak Teguh, Roso Hari Nugroho yang gugur atas seleksi penerimaan Bintara Polisi Tugas Umum TA 2017 di Polda Jawa Tengah, pada tahap seleksi kesehatan tahap II teringat Iis. Teguh kemudian menghubungi Iis ke nomor yang pernah diterimanya.

“Bu, ini anak saya kan gugur tes masuk Polri, apakah bisa membantu”, kata Teguh.

“Ya, bisa Pak, tapi ujung-ujungnya juga uang nanti itu Pak Teguh,” ujar Iis.

INFO lain :  Honda-Yamaha Terbukti Kartel Harga Skutik Usai PK-nya Ditolak MA

Dua hari kemudian, Iis datang ke rumah Teguh. Ditemani isterinya, Sulkanah, Teguh menemui.

“Saya bisa menghidupkan nomor pendaftaran polisi yang sudah mati atau gugur 100% tapi menggunakan uang Rp 150 juta,” kata Iis ke keduanya meyakinkan

“Mohon maaf, Pak Teguh dan Bu Teguh, kehidupan Pak Teguh dan Bu Teguh lebih mampu saya. Masalahnya saya itu kerjanya di kejaksaan, punya gaji bulanan dan suami saya punya gaji bulanan. Buat apa saya bohongi Pak Teguh dan Bu Teguh. Kakak saya nanti yang ngurus semuanya, dia Kapolda Jawa Barat,” ujar Iis meyakinkan.