Jakarta-INFPlus. Ada sosok yang membuktikan: kebesaran jiwa tidak diukur dari kemenangan yang selalu diraih, melainkan dari keteguhan hati untuk tetap melangkah, meski berkali-kali tak sesuai harapan. Ia adalah Ricka Comara Dewi, M.Psi. — wanita tangguh yang membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan batu pijakan untuk semakin teguh berdiri pada nilai, kesetiaan, dan kepedulian.
Teguh Berdiri di Dunia Usaha
Dengan bekal keilmuan psikologi, Ricka tidak sekadar menjalankan usaha—ia membangunnya di atas pemahaman mendalam tentang harapan, potensi, dan kemanusiaan. Bagi dirinya, wiraswasta bukan semata mencari keuntungan, melainkan menciptakan peluang, membuka jalan bagi orang lain, dan mengangkat derajat bersama. Di tengah pasang surut usaha, ia tak pernah luluh. Ia belajar, bangkit, dan terus melangkah—membuktikan bahwa ketangguhan sejati lahir dari ketabahan yang tak pernah menyerah.
Tetap Setia, Meski Belum Diberi Kemenangan
Langkahnya pun melangkah ke panggung pengabdian melalui jalur politik. Dua kali ia mencalonkan diri—sebagai Calon Bupati, kemudian sebagai Calon Anggota Legislatif—dan dua kali pula hasilnya belum berpihak kepadanya. Banyak yang mungkin akan berhenti di situ, namun tidak bagi Ricka.
Ia membuktikan bahwa berjuang bukan hanya soal menang. Kegagalan itu tidak membuatnya kecewa berlebih, apalagi berpaling. Ia tetap berdiri teguh, tetap percaya pada perjuangan yang dijalani, dan tetap setia berkarya di barisan Partai Gerindra. Bagi Ricka, kesetiaan bukan janji saat kemenangan dekat—kesetiaan adalah tetap berdiri bersama, meski hasil belum sesuai harapan. Ia mengajarkan: pengabdian tidak menunggu jabatan, dan kesetiaan tidak diukur dari kursi yang diduduki.
Hati yang Tak Pernah Lupa pada Mereka yang Berjuang Jauh
Di tengah segala kesibukan dan ujian yang dihadapi, hatinya tak pernah dingin terhadap sesama. Perhatiannya tertuju pada mereka yang berani melangkah jauh meninggalkan kampung halaman demi masa depan yang lebih cerah, para transmigran.
Ia memahami betapa beratnya para transmigran, mereka harus meninggalkan tanah kelahiran, membangun kehidupan di tempat baru, menata ladang, mendirikan rumah, dan membesarkan anak di tanah yang asing. Para keluarga transmigran adalah pahlawan pembangun negeri yang tak selalu disebut namanya. Ricka hadir untuk mereka! mendengar suara mereka, memperjuangkan kesejahteraan mereka, dan memastikan bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian. Baginya, peduli pada mereka adalah penghormatan atas keberanian berkorban demi masa depan yang lebih baik.
Ricka Comara Dewi, M.Psi. mengajarkan kita makna sejati kekuatan,
bisa gagal namun tidak menyerah, bisa belum menang namun tetap setia, bisa berjuang namun tetap lembut hati. Ia membuktikan bahwa ketangguhan wanita sejati terlihat ketika ia tetap berdiri tegak—meski angin bertiup kencang—dan tetap memeluk sesama, meski dirinya sendiri sedang diuji.
Itulah Ricka, wanita yang tak hanya mengejar kursi, melainkan menjaga hati; tak sekadar mencari kekuasaan, melainkan menjaga kepercayaan; dan tak hanya berjuang untuk diri sendiri, melainkan untuk mereka yang suaranya belum terdengar. (Bersambung/Ts)
















