Kota Semarang memiliki jejak sejarah yang kuat dalam jalur sutra maritim, termasuk keterkaitannya dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho. Karena itu, penelitian yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional akan semakin memperkuat posisi Semarang sebagai pusat kajian sejarah maritim.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pelestarian sejarah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kota.
Menurutnya, berbagai arsip, artefak, dan dokumen kuno bukan sekadar benda koleksi, melainkan sumber pengetahuan untuk memahami perjalanan pembangunan Kota Semarang sejak masa lalu.
“Berbagai peninggalan ini perlu dikumpulkan kembali agar kita dapat membaca, memahami, dan merekonstruksi perjalanan kota ini. Dari sanalah kita mengetahui fondasi awal terbentuknya Semarang, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, serta arah pembangunan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Bagi Pemkot Semarang, penyelamatan sejarah bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan membangun identitas kota yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan. []
















