SEMARANG, INFOplus – Perekonomian Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang solid dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang menguat, inflasi yang tetap terkendali, serta pengelolaan fiskal yang efektif menegaskan peran strategis APBN dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, Rabu(28/1) di Semarang menyampaikan bahwa hingga akhir Tahun Anggaran 2025, APBN berfungsi optimal sebagai instrumen stabilisasi dan akselerasi ekonomi. Realisasi pendapatan dan belanja negara yang terjaga telah memperkuat ketahanan fiskal daerah sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi Jawa Tengah.
Ia mengatakan secara makro, kinerja ekonomi Jawa Tengah menunjukkan tren yang semakin menguat. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,37 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II sebesar 5,28 persen (yoy) dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang pada periode yang sama mengalami perlambatan.
Dari sisi harga, inflasi Jawa Tengah tercatat 2,72 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 2,84 persen, sementara terendah di Kabupaten Rembang sebesar 2,47 persen.
Menurut Bayu Andi Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level 115,8, atau tetap di zona optimis.
Kesejahteraan pelaku sektor primer turut menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 117,57 pada Desember 2025, didorong oleh kenaikan harga hasil pertanian yang lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya produksi. Sementara itu, Nilai Tukar Nelayan (NTN) tumbuh positif sebesar 0,57 persen menjadi 99,93, mencerminkan membaiknya daya beli nelayan.
Dari sisi fiskal, kinerja APBN di Jawa Tengah hingga 31 Desember 2025 tercatat tetap solid. Pendapatan Negara terealisasi sebesar Rp117,46 triliun atau 89,78 persen dari target, didorong oleh penerimaan Bea Cukai, Pajak, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melampaui target dengan realisasi 135,78 persen.
Sementara itu, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp105,61 triliun atau 96,37 persen dari pagu, dengan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp69,26 triliun. Dana TKD berkontribusi signifikan terhadap APBD Jawa Tengah, yakni sebesar 63 persen dari total pendapatan daerah, menegaskan peran penting APBN dalam menopang fiskal regional.















