Sementara itu, Agustina menyatakan survei Kompas ibarat nilai rapor bagi pemerintahan yang dipimpinnya.
“Hasil survei ini menjadi bahan introspeksi dan evaluasi. Kami tidak boleh cepat puas, justru harus bekerja lebih keras lagi untuk warga,” ujarnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan mitra strategis, termasuk akademisi, untuk merumuskan kebijakan yang partisipatif.
“Dengan kerja sama semua pemangku kepentingan, kami ingin menjadikan Semarang sebagai kota yang mampu menyeimbangkan pembangunan, lingkungan, dan keselamatan warga,” tukasnya. []












