Hingga nantinya pada tahun 2030 dapat terwujud Kota Semarang sebagai pusat ekonomi yang maju, berkeadilan sosial, lestari dan inklusif.
Agustina juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap tahapan pembangunan demi mewujudkan visi Semarang.
“Kalau cita-cita kita di dalam misi dan visi itu tidak kita laksanakan dengan maksimal, maka sia-sia saya dan Pak Iswar memimpin Kota Semarang,” tegasnya.
Sementara itu banyak pihak merespon positif proses Musrenbang dalam penyusunan RPJMD. Salah satunya diungkapkan Fitri Maryunani selaku Wakil Ketua HIMIKS atau Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang sekaligus pendiri komunitas difabel Semar Cakep.
“Teman-teman difabel merasa sangat dihargai. Kami diberikan ruang untuk menyuarakan kebutuhan dan harapan kami,” kata Fita, sapaan akrabnya. []










