“Kami berterima kasih atas kunjungan tim penilai Lomba Habitat 2025 ini. Harapannya, upaya yang telah kami lakukan dapat dinilai positif, dan Kota Semarang bisa meraih prestasi terbaik dalam lomba ini dan hadiahnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan agar ke depan menjadi lebih baik,” beber Mbak Ita.
Mbak Ita menyebut Pemkot Semarang terus menggencarkan berbagai upaya untuk menghapus kawasan kumuh yang tersisa. Dari total 431 hektare kawasan kumuh yang ada, 192 hektare berhasil dihapuskan pada 2023, sehingga menyisakan 44 hektare di tahun 2025 ini.
Selain penanganan kekumuhan di kawasan pesisir, Pemkot Semarang juga telah melaksanakan berbagai inovasi lain, termasuk pengembangan infrastruktur irigasi, perbaikan jalan, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan rehabilitasi kawasan mangrove untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan sektor swasta, kita optimis dapat meraih hasil maksimal dalam Lomba Habitat 2025 sekaligus mencapai target penghapusan kawasan kumuh hingga 0 persen,” pungkas Mbak Ita. []












