Prosesi Dugder Digelar Sabtu, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas yang Disiapkan Pemkot Semarang

oleh
Pemkot Semarang alihkan arus lalu lintas untuk prosesi kirab budaya Dugder sambut Ramadan. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Sambut Ramadhan, Pemkot Semarang gelar prosesi kirab Dugder, Sabtu (9/3). Sejumlah skema pengalihan arus lalu lintas disiapkan.

Mengantisipasi keramaian saat prosesi Kirab Dugder, pengalihan jalan akan diterapkan pada beberapa ruas jalan yang dilalui. Prosesi kirab yang menjadi tradisi khas Kota Semarang jelang Ramadan ini akan dimulai pukul 13.00 WIB dari Komplek Balai Kota Semarang menuju Masjid Kauman dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah.

Salah satu jalan yang akan ditutup adalah Jalan Pemuda depan Paragon hingga depan Lawang Sewu. Untuk itu, bagi pengendara dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Pemuda menuju arah Balai Kota akan dialihkan ke Jalan Thamrin. Penutupan dan pengalihan arus Jalan Pemuda menuju Jalan Thamrin akan dilakukan mulai Sabtu pukul 10.00 WIB.

“Selain pengalihan lalu lintas Jalan Pemuda, juga akan dilakukan pengalihan arus Jalan Imam Bonjol Tugu Muda menjadi dua arah, pengalihan arus Jalan Pierre Tendean ke Jalan Imam Bonjol dan arus lalin dari arah Kota Lama menuju Jalan Pemuda dialihkan menuju Jalan Kolonel Sugiyono atau Jalan Imam Bonjol,” ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, Kamis (7/3).

Tak hanya pengguna jalan, masyarakat yang akan menyaksikan gelaran dan kirab prosesi Dugder juga dihimbau untuk bisa memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan penyelenggara.

“Masyarakat yang akan menyaksikan prosesi kirab Dugder agar tertib mengikuti arus lalin dan tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan karena akan mengurangi volume ruas jalan,” imbuh Danang.

Rute Kirab Budaya Dugder tahun 2024 ini dimulai dari Balai Kota kemudian melewati Jalan Pemuda menuju Alun-alun Kauman selanjutnya menuju Jalan Wahid Hasyim – Jalan Kartini/Jolotundo dan berakhir di MAJT.

Keramaian juga diprediksi akan terjadi di Alun-alun Kauman. Guna memecah keramaian tersebut, akan diarak juga sebuah gunungan besar dan empat gunungan kecil ganjel rel sebagai penanda makanan khas Kota Semarang. Gunungan akan diposisikan dekat dengan bedug pada empat sisi alun-alun.

“Harapannya, masyarakat tidak perlu saling berdesakan dan seluruh prosesi kirab, suhuf halaqah rombongan peserta Dugder akan berjalan tertib, khidmat dan lebih oke lagi,” sambung Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso.

Prosesi kirab Dugder 2024 akan digelar lebih meriah dengan berbagai atraksi serta atribut menarik seperti bedug raksasa, gunungan ganjel rel serta lomba pasukan berkuda 40-an yang berasal dari 16 kecamatan. Perlombaan ini juga didukung oleh komunitas-komunitas yang ada di Semarang, seperti Sam Poo Kong, Tay Kak Sie, tosan aji dan lain-lain. (Ags/Mw)