Bima Arya kemudian meminta Wali kota Semarang untuk melakukan pengecekan dan memastikan agar usulan ke Kemenko Pangan dan Kementan sudah masuk.
“Saya minta dicek, dipastikan, usulan ini masuk di tahun depan, karena ada 2 juta hektar yang sudah diverifikasi oleh Kemenko Pangan dan Kementan untuk dibangun tahun depan. Seharusnya ini masuk untuk dibuatkan cekdam sehingga banjir bisa kita kendalikan, sementara air bisa kita salurkan ke irigasi sekunder dan tersier,” bebernya.
Dengan adanya check dam tersebut, ia berharap petani bisa panen tiga kali dalam satu tahun.
“Kami berharap betul petani dalam satu tahun bisa tiga kali panen dan satu hektar di atas 6 ton, yang pastinya tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan tapi juga bisa dibeli oleh Bulog. Saya rasa ini penting untuk penguatan swa sembada pangan di Jawa Tengah,” paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut, kunjungan Wamendagri kali ini merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan di Gradhika Semarang.
“Ini adalah rangkaian Rakor pangan yang dipimpin oleh Pak Menko Pangan di Gradhika dan dihadiri oleh para Menteri dan Wamen di bawah Kemenko Pangan,” tuturnya.
“Alhamdulillah beliau (Bima Arya) sudah meninjau dan melihat empat titik. Tiga merupakan saluran di sungai yang menghubungkan irigasi tersier dan sekunder. Memang ini menjadi satu kesatuan di luar wilayah kelurahan Mangunharjo,” terangnya.
Mbak Ita, sapaannya, mengaku kunjungan Wamendagri membawa peluang bagi pertanian di Kecamatan Tugu.
“Kami akan review dan cek lagi agar air irigasinya sampai ke sawah. Karena pengajuan ini awalnya hanya titik titik tersendiri, namun arahan beliau agar jadi satu kesatuan,” imbuh dia.
Ia berharap dengan adanya irigasi yang semakin baik di Kecamatan Tugu, maka akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat setempat maupun Kota Semarang. []











