Padi Biosalin Siap Pindah Tanam, Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan Kota Semarang

oleh
padi biosalin semarang
Padi varietas Biosalin ditanam di sawah payau di Mangunharjo, Tugu, Semarang. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus. Padi varietas Biosalin yang ditanam di sawah payau atau lahan terdampak rob air laut di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang semakin menunjukkan hasil.

Setelah 21 hari penebaran benih padi oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kamis (1/8) padi Biosalin siap dipindah tanam.

“Alhamdulillah padi Biosalin hasil riset BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional). Padi yang ditanam atas kerja sama Pemkot Semarang dengan BRIN di sawah payau 21 hari lalu di Tugu sudah siap pindah tanam,” terang Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, Rabu (31/7).

Hernowo berharap dengan berhasilnya penanaman padi varietas Biosalin di lahan tidur akibat terdampak rob ini bisa membantu meningkatkan ketahanan pangan.

INFO lain :  Gawat...KPK Selidiki Dugaan Korupsi MXGP Semarang

“Semoga bisa membantu meningkatkan ketahanan pangan di Kota Semarang,” terangnya.

Lebih lanjut, Hernowo Budi Luhur mengatakan, Kota Semarang menjadi pilot project BRIN yang ada di Jawa Tengah. Akan ada perlakuan khusus dalam penanaman padi Biosalin ini. Hal ini lantaran benih padi hasil riset BRIN, termasuk pemupukan juga menggunakan formula khusus.

“Sehingga sejak awal telah didatangkan ahli dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan peneliti yang membuat pupuknya,” kata dia.

Hernowo menjelaskan, padi Biosalin yang ditebar memiliki dua jenis, yakni Biosalin 1 dan 2.

INFO lain :  Kronologi Pembacokan Pemuda Di Depan Home Stay Semarang

“Itu kan memang sudah tebar benih 21 hari lalu. Rencana akan kita pindah tanam. Bibit yang ditebar 5 Kg untuk jenis Biosalin 1 dan 5 Kg untuk Biosalin 2,” ujarnya.

Untuk 5 Kg benih bisa ditanam di sawah payau seluas 2.500 meter persegi atau seperempat hektar.

“Jadi di sana ada demplot 0,5 hektar atau seluas 5.000 meter persegi. Dua-duanya akan ditanam di sana,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat ini.

Ditambahkan, perlu waktu tanam kurang lebih 100 hari agar padi Biosalin ini bisa dipanen.

“Pilot project-nya disana. Makanya hasil panen kali ini akan dijadikan benih supaya bisa dikembangkan di wilayah lain,” paparnya.

INFO lain :  Menuju Kemandirian Pangan, Pemkot Semarang Gelar Festival Pendamping Beras

“Yang jelas apa yang kami lakukan, adalah memang untuk mendorong kedaulatan pangan,” sambung dia.

Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) akan mensertifikat benih hasil padi Biosalin di Kecamatan Tugu tersebut.

“Akan dijadikan benih dahulu, benih yang bersertifikat, karena kami memang bekerja sama dengan BPSP. Jadi hasil panennya nanti akan dikembangkan sebagai benih untuk disebarluaskan di wilayah-wilayah salin lainnya yang memang bisa ditanami Biosalin,” tutur dia.

Dia berharap penanaman benih padi Biosalin bisa berhasil dan menghasilkan jumlah padi yang berkualitas baik dan banyak.