Diduga Korban Pengeroyokan, Pemuda di Tandang Semarang Tewas

oleh
video amatir pengeroyokan semarang
Tangkapan layar video amatir pengeroyokan pemuda Tandang, Semarang. (Foto: Mh)

SemarangINFOPlus. Seorang pemuda di Tandang Semarang tewas usai mabuk dan diduga jadi korban pengeroyokan temannya. Kasus ini masih ditangani Polrestabes Semarang.

Agustin Edo Setiawan (23), pemuda warga RT 1 RW 2, Kelurahan Tandang, Tembalang, Kota Semarang, meninggal dunia di rumah, Selasa (9/7). Korban diduga tewas usai dikeroyok pada Minggu (7/7) dalam kondisi mabuk.

Awalnya, pihak keluarga mengira korban mabuk dan hanya berkelahi biasa. Namun dari informasi yang dikumpulkan, naju dengan bercak darah, dikuatkan dengan rekaman video amatir pengeroyokan, muncul dugaan Edo jadi korban penganiayaan bersama.

“Korban mengalami luka di bagian kepala, leher, bibir. Meninggal tadi pagi jam 07.30 WIB,” ungkap paman korban, Sulis Purwanto.

Diceritakan, korban diduga mengalami pengeroyokan pada dua hari lalu. Ia menjemput keponakannya di masjid di Kampung Kinibalu, selepas salat Isya, sekitar pukul 19.30 WIB setelah diberitahu oleh Ketua RW 2, Darto.

Selanjutnya, korban Edo dibawa pulang. Hanya saja, pihak keluarga tak berani membawa korban ke rumah sakit karena khawatir tersangkut hukum lantaran kondisi korban yang mabuk.

“Korban ditemukan di turunan masjid, Kondisinya kayak orang mabuk. Dari hari Minggu sampai meninggal dia tak sadarkan diri,” tuturnya.

“Awalnya sudah dibawa ke klinik 24 jam tapi dokternya tidak ada. Suruh bawa ke rumah sakit tidak berani. Karena setahu saya overdosis nanti masalahnya panjang,” kata dia lagi.

Semula, keluarga korban tidak akan memperpanjang perkara itu. Hanya saja, karena diduga jadi korban pengeroyokan, akhirnya melapor ke polisi.

Ditambahkan Sulis, diketahui korban mabuk bersama lima temannya. Bahkan dirinya sempat bertemu satu di antara teman korban yang berada di lokasi.

“Kata dia itu yang nolongin. Namun dalam video yang saya terima, teman korban itu yang menganiaya. Dalam video itu ada tiga sampai lima orang,” terangnya.

Sulis berharap keluarga korban mendapat keadilan, pelaku segera tertangkap dan dihukum sesuai perbuatannya.

Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena menyatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan tersebut.

“Ini masih kita lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan bukti-bukti termasuk video yang kami terima. Secepatnya kami ungkap,” ujarnya. (Mh)