Semarang – INFOPlus. Viral di media sosial, pengemudi ojek online atau Ojol di Kota Semarang menjadi korban order fiktif dari orang tak bertanggungjawab. Pihak Gojek buka suara, merespons persoalan yang menimpa mitra drivernya.
Strategic Regional Head Gojek untuk Jabar, Jateng dan Yogyakarta, Farid Isnawan mengungkapkan pihaknya sangat menyayangkan aksi tak patut yang menimpa mitra driver.
“Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi. Setelah menerima laporan, kami segera melakukan investigasi dan menonaktifkan akun pelaku order fiktif tersebut untuk mencegah kerugian lebih lanjut bagi mitra driver maupun masyarakat,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5).
Diketahui, kasus order fiktir menimpa sejumlah pengemudi Ojol di Kota Semarang. Persoalan tersebut menjadi perhatian warganet usai diunggah sejumlah akun fanbase di beberapa platform media sosial.
Salah satunya postingan dari akun Instagram @Infokejadiansemarang.new yang mempelihatkan tiga driver Ojol berjaket Gojek tengah membuka kemasan makanan yang merupakan order fiktif dari orang tak bertanggungjawab.
“Banyak terjadi orderan fiktif yang diterima Ojol Semarang.” Demikian bunyi caption yang menyertai postingan video tesebut.
Lebih lanjut, Farid Isnawan menyampaikan, pihak yang menerima pesanan tanpa pernah melakukan pemesanan melalui aplikasi tidak perlu menerima atau melakukan pembayaran atas pesanan tersebut.
“Laporan dapat disampaikan melalui mitra driver yang kemudian akan meneruskannya kepada kami melalui aplikasi mitra driver,” ucapnya.
Pihak Gojek juga terus memperkuat edukasi kepada para mitra driver terkait prosedur penanganan order fiktif, serta menegaskan pentingnya memastikan keabsahan pesanan sebelum melanjutkan proses pengantaran.
“Bagi mitra driver yang mengalami pesanan fiktif, Gojek akan mengganti kerugian tersebut secara penuh agar mitra tidak mengalami dampak finansial,” tegasnya.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak dalam ekosistem Gojek, serta melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” imbuh Farid. []
















