“Ini kan tidak mudah, karena mereka anak-anak yang hidup di panti asuhan, tidak punya keluarga yang mendukung. Perlu kita dampingi, karena mereka punya hak untuk menjadi anak yang sehat, cerdas, dan memiliki masa depan gemilang,” imbuhnya.
Sementara itu, Komisaris Yayasan DAIGI, Harry Parathon menyebut kegiatan nyate bareng ini karena kebetulan pihaknya mendapat jatah dua kambing kurban dari Pemkot Semarang. Kemudian dikemas menarik dengan mengajak anak-anak panti asuhan nyate bareng Wali Kota Semarang dan permainan atau fun game berhadiah.
“Kami ingin mereka hidup lebih sehat. Kalau nutrisinya tidak terjaga ya belajarnya tidak akan fokus. Jadi kami lakukan suplementasi gizi secara rutin, dengan pemberian makanan frozen siap saji berupa daging maupun ayam untuk memenuhi protein,” imbuh dia. []












