Tangani Longsor di Sendangmulyo, Pemkot Semarang Gelontorkan Rp1,1 Miliar

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berbincang dengan warga Sendangmulyo, Tembalang, terdampak longsor. (Foto: Gus Djoyo)

Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang bergerak cepat tangani longsor di Jalan Melati Raya, RT 10 RW 21, Perum Bukit Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang. Dana Rp 1,1 miliar disiapkan untuk pekerjaan penanganan longsor.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan pengecekan lapangan longsor yang terjadi di Perum Bukit Sendangmulyo. Kecamatan Tembalang, Minggu (13/3) sore. Dalam kesempatan itu, ia sekaligus melihat progres pekerjaan penanganan yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).

“Saya melihat perkembangan pembangunan terasiring yang dilakukan (Disperkim) di sini. Langsung ditindaklanjuti Disperkim, saat ini sedang dalam proses pengerjaan,” ujar Mbak Ita, sapaannya.

Mbak Ita menjelaskan longsor di Sendangmulyo terjadi pada 14 Maret lalu. Saat itu, curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari sebelumnya mengakibatkan bencana alam di sejumlah tempat di Kota Semarang. Di wilayah yang dekat dengan sungai terjadi banjir, sedangkan di perbukitan seperti di Perum Bukit Sendangmulyo terdampak tanah longsor.

Khusus longsor di Sendangmulyo, berimbas pada putusnya jalan lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Lima rumah warga menjadi terisolasi lantaran jalan depan rumah mereka tergerus longsor. Bahkan satu unit mobil warga saat itu nyaris terperosok ke jurang.

“Di seluruh pantura pada saat bersamaan, termasuk di Kota Semarang dilanda curah hujan sangat tinggi dan akibatkan yang di dekat sungai terjadi banjir, sedangkan yang di bukit-bukit, salah satunya di Perum Bukit Sedangmulyo terdampak longsor sehingga menutup atau memutus akses lima rumah warga,” beber dia.

Atas bencana alam yang terjadi berbarengan tersebut, Pemkot Semarang bertindak sigap dengan membagi tugas organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) diminta fokus tangani banjir dengan pengoperasian rumah pompa, sedangkan tanah longsor hingga pohon tumbang dihandle Disperkim.

“Longsor di Sedangmulyo, saat itu langsung disurvei oleh Disperkim dan sekarang sedang dalam proses penanganan. Diperkirakan 4 bulan baru selesai. Karena tadi saya juga sempat melihat bagaimana sangat curamnya longsor dan ini harus dilakukan betul-betul penanganan yang detail dan komperhensif. Karena sebelahnya ini kan sudah rumah-rumah warga sehingga kalau tidak segera ditangani nantinya terjadi longsor lagi yang menarik bangunan sekitar,” terangnya.

Ditambahkan, cepatnya penanganan longsor salah satunya karena jalan lingkungan yang terdampak sudah menjadi aset Pemkot Semarang. Perumnas selaku pengelola perumahan sudah menyerahkan aset itu ke pemerintah sekitar dua tahun lalu.