Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong tersedianya lahan produktif di wilayahnya. Meskipun Kota Lumpia merupakan metropolitan namun hal itu bukan tidak mungkin diwujudkan.
Mbak Ita, sapaan akrab wali kota, mengatakan upaya ketersediaan lahan produktif sejalan dengan ikhtiar pemerintah menjaga kedaulatan pangan, khususnua di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
“Mendorong Kota Semarang walaupun metropolitan tetapi masih punya lahan produktif,” kata Mbak Ita, Senin (11/3).
Upaya tersebut, menurutnya mulai berjalan dengan hadirnya Program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) dan pertanian urban di Kota Semarang.
Lewat Pak Rahman, Pemkot Semarang berupaya menekan harga komoditas atau menghadirkan pangan murah kepada masyarakat, serta mengendalikan inflasi.
Termasuk pula melalui pertanian perkotaan, selain menjaga alih fungsi lahan, juga untuk menjaga kedaulatan pangan masyarakat.
“Dengan adanya Pak Rahman ini inflasi di Kota Semarang di bawah provinisi maupun nasional, kami mendorong masyarakat agar makin sejahtera, dan menjaga kedaulatan pangan,” beber dia.
Langkah konkret itu misalnya, penggilingan padi dari Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kota Semarang, di Purwosari, Kecamatan Mijen, dalam sehari dapat memproduksi sampai 3 ton beras.
Termasuk pula pengembangan bawang merah varietas bima di Kota Semarang bersama Kelompok Tani Sumber Rezeki. Diperkirakan produksi bisa mencapai 19,6 ton tiap hektar.
“Misal di Mijen itu, punya pabrik selepan, dalam sehari bisa produksi 3 ton beras, ini berasnya medium super fresh tidak numpuk-numpuk di gudang. Bahkan bawang merah juga diproduksi,” imbuhnya. (Ags/Mw)















