Dugderan Semarang 2024 Dimeriahkan Gunungan Ganjel Rel dan Bedug Raksasa

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengikuti kirab Dugderan 2023. (Foto: Dok)

Semarang – INFOPlus. Penyelenggaraan Dugderan menyambut Ramadan 2024 di Kota Semarang bakal lebih meriah dengan kehadiran bedug raksasa dan gunungan ganjel rel yang lebih banyak.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan prosesi Dugderan diselenggarakan dua hari sebelum puasa. Namun sebelumnya akan diselenggarakan Pasar Dugderan mulai 28 Februari 2024.

“Rencananya pasar Dugderan akan berlangsung 28 Februari ini. Saya lagi menata dan merapatkan layoutnya,” ujar Mbak Ita, sapaannya, di Balai Kota Semarang, Selasa (27/2).

Layout Pasar Dugderan telah disusun dan disampaikan kepada para pedagang yang hendak memeriahkan.

“Saya sudah mengundang seluruh (partisipan) yang akan melakukan kegiatan, biar tahu. Sehingga harus semua pihak mendapatkan lokasi yang terbaik dan strategis,” katanya.

Selain itu, prosesi halaqah, diharapkan bisa ditata lebih tertib dan bagus, sehingga Dugderan bisa menjadi tontonan tahunan.

“Seremonial halaqah, saya minta lebih bagus, lebih tertib, karena ini kan memang tontonan acara tahunan. Apalagi penyerahan roti ganjel rel. Saya ingin di tengah lapangan, ada beduk yang gede. Ini menunjukkan kekayaan budaya Kota Semarang yang harus dilestarikan,” beber dia.

Terlebih, lanjut Mbak Ita, Kampung Melayu, Kota Lama, Kauman sudah ditata sedemikian rupa sehingga Dugderan ini bisa menjadi kekayaan budaya untuk ditawarkan pada wisatawan.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso menambahkan, Dugderan merupakan prosesi tahunan yang menjadi kearifan lokal Ibu Kota Jawa Tengah.

Dengan mengedepankan akulturasi budaya melalui Warak Ngendog, Dugderan sudah menjadi budaya masyarakat Kota Semarang saat menyambut bulan suci Ramadan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan mengemas prosesi Dugderan lebih baik lagi dengan memamerkan beduk raksaksa di Alun-alun Masjid Agung Semarang (MAS).

“Kita akan kemas lebih oke lagi. InsyaAllah untuk penyerahan dan pembacaan suhuf halaqah, kami akan coba ubah setting-nya, kami pamerkan pemukulan bedug dengan bedug raksaksa,” paparnya.

Untuk memecah keramaian, akan ada gunungan ganjel rel besar di dekat bedug sebagai ciri khas makanan Kota Semarang tempo dulu. Kemudian, akan ada empat gunungan ganjel rel kecil di empat sisi alun-alun.

“Sehingga, masyarakat tidak perlu saling berdesakan. Prosesi suhuf halaqah rombongan wali kota akan lebih oke lagi,” ucapnya.

Dugderan 2024 juga akan semakin meriah dengan adanya kirab budaya, yang akan dilaksanakan mulai dari Balai Kota Semarang menuju ke Masjid Agung Semarang.

Bahkan, tambah Wing, akan melombakan berkudo dari 16 kecamatan. Setiap kecamatan akan mengangkat budaya dan kearifan lokal masing-masing.