Banjir Landa 23 Desa di Brebes, 934 Warga Mengungsi

oleh
Tim SAR evakuasi lansia dari lokasi banjir di Brebes. (Foto: Basarnas)

Brebes – INFOPlus. Banjir kembali melanda wilayah di Jawa Tengah. Setelah wilayah Pantura timur seperti Grobogan, Demak dan Kudus, kini giliran Pantura Barat, yakni di Brebes, tergenang banjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyebutkan 23 desa di Brebes terendam banjir sejak Minggu (25/2) malam. Ke-23 desa itu tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Wanasari, Bantarkawung, Larangan, Jatibarang, Songgom, Brebes dan Kecamatan Salem.

“Banjir membuat 7.039 rumah terendam dan 934 jiwa mengungsi,” tutur Kepala Kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Chomsul lewat keterangan tertulis, Selasa (27/2).

Banjir juga merendam area persawahan. Sedikitnya ada 25 hektar area pesawahan di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang dan di Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, tergenang banjir.

Dikatakan, banjir di Brebes merupakan imbas hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, mengakibatkan Sungai Pemali dan Sungai Cigunung meluap hingga akhir berdampak ke pemukiman. Diperparah dengan jebolnya tanggul sungai di tiga titik.

“Dua dari titik titik tanggul jebol, yakni di Glonggong dan Wlahar, saat ini sudah tertangani,” sebut dia.

Selain tangani tanggul jebol, Pemkab Brebes, BPBD Jateng, termasuk BPBD Brebes bersama instansi lain juga melakukan penanganan lain seperti pendirian dapur umum dan tempat pengungsian.

“Penetapan status tanggap darurat bencana mulai 26 Februari sampai 3 Maret 2024,” ujar dia.

Kondisi terkini, banjir secara umum mengalami penurunan ketinggian air rata-rata 20-30 Cm, jumlah pengungsi juga berkurang lantaran warga mulai kembali ke rumah masing-masing. (Ags/Mw)