Terjebak Banjir, Warga Demak Dievakuasi Tim SAR dari Atap Rumah

oleh
Tim SAR evakuasi warga Karanganyar, Demak, yang terjebak banjir dari atap rumah mereka, Jumat (9/2). (Foto: SAR Semarang)

Demak – INFOPlus. Ratusan warga dari 7 desa di Kecamatan Karanganyar, Demak, terjebak banjir imbas jebolnya tanggul Sungai Wulan. Banyak di antara warga yang dievakuasi tim SAR gabungan dari atap rumah.

Tanggul Sungai Wulan jebol pada Kamis (8/2) menyebabkan tujuh desa di Kecamatan Karanganyar, Demak, terendam banjir. Hingga Jumat (9/2) pagi ini, banjir masih merendam ketujuh desa tersebut.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengungkapkan tujuh desa di Karanganyar yang terdampak banjir adalah Desa Karanganyar, Norowito, Kedungwaru, Kotakan, Ketanjung, Ngumpil dan Desa Ngemplik.

INFO lain :  Kawal Pemilu 2024, 117.299 Pengawas TPS di Jawa Tengah Dilantik

Tercatat ratusan rumah dan ratusan jiwa warga yang harus mengungsi ke tempat yang aman. Pemerintah setempat juga telah membuat titik pengungsian, termasuk dapur umum.

“Tim SAR gabungan hingga pukul 5 pagi ini telah mengevakuasi sekitar 325 warga dari 7 desa di Kecamatan Karanganyar dan dibawa ke posko induk Jembatan Tanggulangin, posko Terminal Jati dan posko Balai Desa Jati,” ungkap Budiono lewat keterangan tertulisnya.

INFO lain :  Kakek 60 Tahun Hilang di Hutan Gunung Ungaran

Menurut Budiono, banyak di antara warga yang harus dievakuasi dari atap rumah mereka karena memang ketinggian air yang merendam rumah ada yang hingga 3 meteran. Hingga pagi ini pun permintaan evakuasi masih diterima posko penangan bencana banjir.

“Tim SAR gabungan hingga pagi ini masih berjibaku mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” lanjut Budiono.

INFO lain :  Fenomena Marak ASN Jadi Konten Kreator Media Sosial, Bolehkah?

Meskipun pagi ini cuaca di Kecamatan Karanganyar cukup cerah, namun ketinggian air tidak berkurang. Debit air yang berasal dari Sungai Wulan yang merupakan salah satu sungai terbesar yang melintasi kecamatan Karanganyar tersebut masih tinggi.

“Semoga tim SAR gabungan diberikan kesehatan dan keselamatan dalam bertugas dan banjir yang melanda segera surut,” pungkas Budiono. (Ags/Mw)