Semarang – INFOPlus. Ketua DPR RI Puan Maharani melaunching program Kita Tani Muda, sekaligus meresmikan penggilingan padi Rice Mill milik Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kota Semarang di Purwosari, Kecamatan Mijen, Sabtu (13/1).
Kita Tani Muda merupakan gerakan para petani milenial yang terdiri dari Karang Taruna, Kita Wira Muda, dan gerenasi muda Kota Semarang yang ikut dalam program menjaga ketahanan pangan.
Puan mengapresiasi ide gagasan yang dicetuskan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan meluncurkan program Kita Tani Muda dan mengajak kawula muda ikut mendorong ketahanan pangan. Hal ini sebagai upaya untuk memperkuat program ketahanan pangan di Indonesia.
“Bicara pangan adalah bagaimana kita terus berinovasi, karena pangan akan sangat penting. Saya sangat mengapresiasi program petani muda, sehingga akan memunculkan wirausaha baru di bidang pertanian,” kata dia.
Menurut Puan, ada tiga hal yang sangat penting bagi pangan di Indonesia. Hal pertama yakni mewujudkan pangan yang melimpah.
“Ingat, penduduk Indonesia terdiri dari 270 juta jiwa, dan semua perlu pangan. Jadi produksi pangan harus kita tingkatkan. Syukur-syukur ada kelebihan bisa ekspor,” ujarnya.
Kedua, lanjut Puan, pentingnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Sebelum saya datang ke sini, saya tanya kepada Ibu Ita (sapaan Wali Kota Semarang), apakah ada petani-petani muda atau milenial di Kota Semarang. Rupanya banyak. Bahkan ada dua petani muda di Kota Semarang yang penghasilannya lebih dari Rp 20 juta per bulan,” lanjutnya.
Puan berharap meski generasi muda saat ini memiliki cita-cita yang tinggi, namun tidak meninggalkan akarnya dengan membangun pertanian dan meneruskan ketahanan pangan di Kota Semarang.
Tak hanya menyoroti petani milenial yang ada di Semarang, politikus PDI Perjuangan ini juga memuji adanya rice mill atau penggilingan padi yang ia resmikan.
“Saya dalam perjalanan dari pusat kota ke sini tidak menyangka di tengah-tengah pertanian persawahan, dibangun rice mill atau penggilingan di tengah sawah,” kata Puan.
Ditambahkan, rice mill ini inovasi atau loncatan ide yang harus ditiru oleh seluruh kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
“Saya muter kemana-mana, rice mill justru tidak di tengah sawah seperti ini, ada juga yang jauh dari pertaniannya. Sehingga petani itu suka mengeluh karena jauh, dan harus memikirkan ongkos dan sebagainya. Padahal dengan seperti ini akan menyatu dengan petaninya,” bebernya.
Sementara itu, Mbak Ita menyatakan, Semarang sebagai kota metropolitan namun terus berupaya mendorong pertanian agar bisa maju.











