Bocah 9 Tahun Hanyut di Kali Kagok Semarang Ditemukan Meninggal di Laut Kendal

oleh
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah bocah asal Kagok, Kota Semarang, yang hanyut di saluran air. Ditemukan di laut Kendal. (Foto: Dok SAR Semarang)

Semarang – INFOPlus. Bocah asal Kagok, Kota Semarang, hanyut di saluran air ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (13/1). Tubuhnya terseret arus hingga perairan Kendal.

Setelah tiga hari pencarian, Muhammad Nur Alif Purnomo (9) warga Pasar Kagok RT 8 RW 5 Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, yang hanyut di saluran air akhirnya ditemukan. Ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.

“Sekitar pukul 11.55 korban berhasil ditemukan kurang lebih 3 nautical mile dari Pantai Ngebum Kabupaten Kendal atau sekira 15 Km dari lokasi awal kejadian,” terang Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto.

INFO lain :  Gen Z Diajak Pegadaian Melek Finansial Lewat Ali yang Terheran Herman

“Korban ditemukan dalam keadaan terapung di tengah laut yang selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kab Kendal oleh tim SAR gabungan,” sambung dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Kamis (11/1) sekitar pukul 14.30 WIB korban dan beberapa teman sebayanya bermain prosotan air di saluran air dekat kediamannya. Saat itu arus air di saluran air sangat deras lantaran usai hujan.

INFO lain :  Wabup Kendal Positif Covid-19, Bantah Tertular Saat Kunker di Surabaya

Diduga tak bisa berenang dan arus air yang sangat kencang membuat korban hanyut hingga terbawa ke Kali Kagok. Warga sempat mendengar teriakan minta tolong namun tak kuasa melakukan pertolongan lantaran cepatnya korban terbawa air.

Tim SAR gabungan bersama warga sekitar melakukan operasi pencarian di sungai yang berhubungan dengan Kali Kagok. Hingga akhirnya, siang tadi ditemukan meninggal dunia di laut wilayah Kendal.

INFO lain :  KPU Kendal Adakan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS 3 Kendal

Dengan diketemukannya korban, maka operasi SAR ditutup dan seluruh tim SAR gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan curah hujan yang tinggi. Apabila menemui kondisi yang membahayakan jiwa manusia, segera hubungi basarnas di 115/024-7629192. Pelaksanaan operasi SAR tidak dipungut biaya alias gratis,” pungkas Heru. (Ags/Mw)