Mbak Ita Ajak Pelajar di Kota Semarang Konsumsi Makanan Bergizi Berkonsep Isi Piringku

oleh
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu foto bersama para pelajar dan guru saat menghadiri sosialisasi program Pelayanan dan Edukasi Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piterpan) di SMA Negeri 1 Semarang, Kamis (16/11). (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak para pelajar di Kota Semarang agar mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai konsep Isi Piringku.

Hal ini disampaikan Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, usai sosialisasi program Pelayanan dan Edukasi Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piterpan) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang, Kamis (16/11).

Kegiatan Piterpan dimulai dengan senam pagi bersama, sarapan sehat, dan edukasi tentang pentingnya minum vitamin dan tambah darah untuk mencegah anemia pada siswi remaja putri. Selain juga ada edukasi tentang pentingnya mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dengan konsep Isi Piringku.

Hadir di acara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati didampingi Sekretaris Komisi D Anang Budi Utomo, serta pejabat internal sekolah.

Menurut Mbak Ita, remaja yang mengonsumsi makanan dengan gizi baik merupakan aset dan investasi sumber daya manusia (SDM) bangsa ke depan, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak.

“Hari ini kami bersama ribuan anak-anak pelajar dari SMA/SMK di Kota Semarang mensosialisasikan program Piterpan dan mengajak mereka memenuhi gizi harian dengan Isi Piringku,” beber dia.

Isi Piringku menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring, yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

“Tadi saya tes apakah ada yang tahu Isi Piringku. Ternyata anak-anak paham betul bahwa makanan yang sehat akan berdampak pada tumbuh kembang baik sang anak,” katanya.

Selain menganjurkan para pelajar untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, Mbak Ita juga menyentil tentang kebiasaan remaja saat ini yang lebih menyukai makanan instan atau bahkan junk food dan kurang makan sayur serta buah dalam keseharian.

“Boleh makan junk food atau mi instan, tapi jangan setiap hari. Yang instan itu gak baik,” ujarnya.

Mbak Ita menyebut, kecenderungan anak-anak sekarang menyukai makanan yang praktis atau instan, makanan siap saji. Padahal dalam konsep Isi Piringku juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.

Inilah yang menjadi fokus Pemkot Semarang, yakni memberi edukasi gaya hidup atau lifestyle yang benar untuk anak-anak muda.

Generasi muda, tambah dia, khususnya remaja putri sedari sekarang harus lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Hal ini karena remaja putri sehat dan terhindar dari anemia akan melahirkan anak-anak yang sehat pula di masa mendatang.