Semarang – INFOPlus. Pengrajin logam Bugangan, Semarang, keluhkan sepinya pembeli. Sejak pindah ke Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Tugu, banyak orang tak tahu lokasi baru sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Logam Bugangan tersebut.
Hardi, salah satu pengrajin logam di sentra IKM KIW Tugu mengungkapkan sejak pindah ke lokasi baru di Semarang Timur, para pengrajin seperti kehilangan pembeli.
“Lebih ramai di tempat sebelumnya, di sini belum dikenal orang,” ujar dia, Jumat (18/8).
Tak hanya belum dikenal, fasilitas pendukung di sentra IKM Logam Bugangan juga membuat masyarakat enggan datang.
“Jalan depan belum diperbaiki, berbeda dengan gambar. Ojek onlinepun eggak tahu tempat ini, tahunya gang buntu,” sambungnya.
Beberapa kali ada kelompok masyarakat yang datang, namun sifatnya sekadar kunjungan industri maupun pelajar magang. Praktis, sepinya pembeli mempengaruhi pemasukan pengrajin. Sayangnya, belum ada perhatian dari Pemkot Semarang atas kondisi ini.
“Belum ada bantuan dari pemkot, ramai hanya kunjungan industri maupun magang dari SMK. Habis Idul Fitri hinggi sekarang sepi pembeli. Bulan lalu hanya membuat kerajinan tetapi buat stok, kalau pemesan belum ada,” beber dia.
Para pengrajin berharap, Pemkot Semarang dapat membantu dalam pemasaran dan perbaikan jalan. Dengan demikian masyarakat dapat lebih tertarik untuk singgah dan membeli produk di Sentra IKM Logam Bugangan KIW Tugu.
“Saya berharap, Pemkot dapat membantu memasarkan ataupun memberikan pelatihan dan juga pembenahan jalan masuk yang terkesan jalan buntu, juga ada tambahan modal bagi pengrajin logam disini,” imbuh Hardi.
Diketahui, Pemkot Semarang membangun Sentra IKM Logam Bugangan di Kawasan Industri Wijayakusuma, Kecamatan Tugu pada tahun 2022.
Sentra IKM Logam Bugangan menyediakan 74 kios, di antaranya permesinan sebanyak 24 kios dan 28 kios untuk IKM rumah tangga. Selain itu juga untuk IKM etalase disiapkan sebanyak 6 kios, IKM tempat sampah dan gerobak 16 kios. Juga disiapkan gedung promosi, gedung barang jadi, masjid dan sarana prasarana pendukung lainnya.(AGS/(TS)














