Sementara itu, komoditas penyumbang utama inflasi bulanan adalah tarif angkutan udara, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, biaya sekolah SD, telur ayam ras, biaya sekolah SMA, biaya sekolah SMP, rokok kretek filter, dan kentang. Adapun komoditas penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya adalah bensin, beras, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, dan tarif angkutan dalam kota.
Inflasi pada Momen Libur Sekolah dan Tahun Ajaran Baru
Kelompok transportasi menjadi salah satu penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada Juli 2023 sebesar 0,58 persen dengan andil 0,08 persen. Pola yang sama ditunjukkan pada Juli 2022 yang bersamaan dengan momen libur sekolah.
Inflasi tinggi pada kelompok transportasi juga cenderung terjadi pada momen-momen hari besar dan hari libur nasional, seperti momen puasa dan lebaran, libur natal dan tahun baru, serta libur sekolah. Penyebab utama inflasi pada kelompok transportasi Juli 2023 adalah naiknya tarif angkutan udara.
Selain pada kelompok transportasi, inflasi juga terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 0,66 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Inflasi kelompok pendidikan cenderung terjadi pada rentang Juli hingga September, bersamaan dengan mulainya tahun ajaran baru. Berdasarkan data historis, kelompok pendidikan masih berpotensi memberikan andil terhadap inflasi hingga dua bulan ke depan.
BI Prediksi Inflasi Akan Tetap Terkendali
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan berdasarkan data BPS, inflasi Indeks Harga Konsumen atau IHK Juli 2023 tercatat sebesar 0,21 persen dari bulan ke bulan (mtm).
“Sehingga secara tahunan menjadi 3,08 persen (yoy), lebih rendah dari level sebelumnya yang tercatat sebesar 3,52 persen (yoy),” kata Erwin dalam keterangan resminya pada Selasa, 1 Agustus 2023.
Dia melanjutkan, terjaganya inflasi di kisaran sasaran itu tidak terlepas dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Ke depan, kata Erwin, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2 hingga 4 persen pada sisa tahun 2023 dan 1,5 hingga 3,5 persen pada 2024. Adapun soal inflasi inti, BI yakin angkanya tetap terjaga rendah. Dia menyebut, inflasi inti pada Juli 2023 tercatat sebesar 0,13 persen (mtm). (nay)
Naskah & Foto, Sumber: Tempo












