Kemeriahan Festival Tungguk Tembakau Boyolali di Kaki Gunung Merbabu

oleh

Boyolali – INFOPlus. Festival Tungguk Tembakau berjalan meriah di kaki Gunung Merbabu. Festival yang berangkat dari tradisi memulai panen tembakau ini digelar warga Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali.

Ratusan warga Desa Senden, Selo, Kabupaten Boyolali berkumpul di ladang tembakau, Kamis (3/8). Mengenakan pakaian terbaik, mereka berangkat ke ladang dengan penuh suka cita, panen tembakau segera tiba.

Puluhan remaja putri didandani dengan cantiknya. Mereka menari dengan lenggak-lenggok yang mempesona. Di belakangnya, berjajar penari jathilan, barongan hingga pemain rebana berjalan beriringan dengan para sesepuh desa.

Ratusan warga kemudian berjalan menyusuri jalanan desa yang ada di lereng Gunung Merbabu tersebut. Aneka macam gunungan hasil bumi dan olahan makanan juga turut dibawa serta.

INFO lain :  Maksimalkan Pendapatan, Tim Pembina Samsat Nasional Sosialisasikan UU Lalu Lintas di Jateng

Kemeriahan yang dihelat warga itu merupakan gambaran Festival Tungguk Tembakau, tradisi yang telah digelar sejak puluhan tahun di Desa Senden. Tradisi untuk mengawali panen tembakau tetap dilestarikan hingga kini.

“Ini prosesi adat Tungguk Tembakau, prosesi untuk mulai panen tembakau. Ini cara bagaimana warga mensyukuri hasil panen dan berharap agar hasil panen tembakau tahun ini bagus,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hadir dalam festival itu.

Ganjar hadir untuk membuka Festival Tungguk Tembakau. Ia mengawali festival sebagai orang pertama yang memetik daun tembakau terbaik. Setelah itu, Ganjar juga ikut kirab dengan ratusan warga.

INFO lain :  Main Palak Berujung Bentrok Berdarah. 1 Anggota Kelompok Pemalak Tewas

“Acara ini sebenarnya bisa dibuat menjadi event wisata yang luar biasa. Ini prosesi budaya yang sangat bagus dan pasti menarik banyak wisatawan,” jelasnya.

Selain tradisi dan budaya yang menarik, lokasi Desa Senden juga sangat eksotis. Sebab, desa itu berada di lereng dua gunung terkenal, yakni Merapi dan Merbabu.

“Jadi bisa dikombinasikan, bisa dibuat destinasi paralayang di sini. Jadi wisata agronya ada, wisata alamnya bagus, sport tourism ada dan diperkuat dengan tradisi dan budaya,” jelasnya.

Ganjar mendorong agar warga Senden dan anak muda berkolaborasi mewujudkan itu. Perguruan tinggi juga diminta membantu memberikan masukan bagaimana pengelolaan wisata yang menarik.

INFO lain :  Ibu dan Anak Tewas Diterjang Air Bah

“Kalau itu dibuat event wisata, wah ini pasti akan bagus banget. Tidak hanya wisatawan dalam negeri, wisatawan luar negeri juga akan memenuhi tempat ini,” ucap dia.

Harapan positif Ganjar direspons serius oleh Kades Senden, Sulasih. Ia mengatakan akan berjuang menjadikan desanya itu sebagai destinasi wisata unggulan.

“Sebab di sini potensinya banyak banget, wisata alam bagus, tradisi dan budaya juga kami lestarikan. Kami akan berjuang menjadikan desa ini sebagai tempat wisata favorit yang akan dikunjungi banyak wisatawan,” ujarnya. (Ags/Ts)