Semarang – INFOPlus. Volume kendaraan yang tinggalkan Jabodetabek diprediksi meningkat di masa libur panjang Hari Lahir Pancasila dan Waisak. Diperkirakan meningkat 9,5% dibanding hari biasa.
Jasa Marga memprediksi sebanyak 907.376 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode libur panjang Hari Lahir Pancasila dan Hari Raya Waisak. Terhitung mulai 31 Mei-5 Juni 2023.
Perkiraan jumlah kendaraan tersebut didapat dari perhitungan komulatif dari empat gerbang tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (ke arah Merak), GT Ciawi (ke arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (ke arah Bandung).
Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 9,5% jika dibandingkan lalin normal, yakni sebanyak 828.992 kendaraan.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, proyeksi puncak lalu lintas tertinggi meninggalkan Jabotabek akan terjadi pada hari ini, Rabu (31/5) sebanyak 179.102 kendaraan atau naik 11,6% terhadap lalin normal.
“Melihat tingginya volume kendaraan yang akan meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut, kami memastikan kesiapan layanan operasi jalan tol berjalan dengan optimal, terutama di ruas tol yang menghubungkan destinasi wisata favorit, di antaranya Tol Jagorawi untuk ke arah Puncak dan sekitarnya, serta Jakarta-Cikampek dan Cipularang yang menuju Trans Jawa dan Bandung,” beber Lisye dalam siaran pers diterima Rabu (31/5).
Jasa Marga akan memastikan keberfungsian peralatan tol di gardu serta menambah jumlah petugas dan mobile reader untuk menambah kapasitas transaksi di gerbang tol utama.
Tidak hanya di gerbang tol, potensi terjadinya kepadatan di lajur pun diantisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas.
Jasa Marga juga siap mendukung rekayasa lalu lintas atas diskresi Kepolisian, seperti contraflow, dengan menempatkan petugas dan rambu-rambu pendukung.
“Kami juga siap mendukung pengaturan lalu lintas sesuai SKB Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk memberlakukan pembatasan angkutan barang sumbu 3 atau lebih,” ujar dia.
Pembatasan itu diperlakukan di puncak arus meninggalkan Jabotabek, yakni 31 Mei 2023 pada pukul 14.00-24.00 WIB dan 1 Juni 2023 mulai pukul 06.00-12.00 WIB.
Hal sama juga diberlakukan saat prediksi puncak arus kembali ke Jabotabek pada tanggal 4 Juni 2023 mulai pukul 14.00-24.00 WIB.
“Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang ini akan diterapkan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, Cikampek-Purwa (Ags/Ts)
















