SEMARANG – Jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang terus meningkat.
Peningkatan justru terjadi saat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) kembali diterapkan.
Bahkan belakangan, muncul klaster baru selain pasar yakni klaster perbankan dan rusunawa.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan berdasarkan evaluasi PKM telah ditemukan klaster baru dari pasar yakni Pasar Prembaen, Pasar Jati-Banyumanik, dan Pasar Karimata atau Pasar Burung.
“Kita juga menemukan ada di Rusunawa Kaligawe juga begitu, sudah kita lakukan upaya tracking. Serta ada lagi klaster di salah satu perbankan, satu keluarganya terkena Covid-19,” ujarnya, Rabu (3/6).
Hendi tak menjelaskan secara detail terkait klaster perbankan. Hanya saja, dari lonjakan kasus ini pihaknya akan memperbanyak pengambilan uji swab secara acak.
“Kami pastikan setelah ini lebih banyak swab daripada rapidnya. Kita ini sudah belanja reagen sudah cukup banyak, setelah ini masuk ke tempat-tempat yang potensi penyebarannya banyak kita akan lakukan swab secara acak,” sebutnya.
Hendi juga tak merinci berapa jumlah orang yang dinyatakan positif di klaster baru tersebut. Namun dia memastikan dari klaster tersebut terdapat jumlah kasus positif virus corona yang cukup banyak.
“Kalau yang sudah saya sampaikan sudah pasti positif, dan itu bukan dari hasil rapid. Itu misalnya rapid reaktif, mereka pasti dilakukan swab ada yang kemudian positif dan tidak,” terangnya.
Menurut Hendi, apa yang dia sampaikan terkait klaster-klaster itu memang ada penderita positif berdasarkan hasil swab.
“Karena itu, kita mengimbau masyarakat Semarang sadar penyebaran virus corona dari Orang Tanpa Gejala. Masyarakat harus taat aturan,” tegasnya.
Dia juga meminta tim patroli lebih gencar lagi mengontrol keramaian.
“Harapan saya kepada masyarakat, mari kita sekali lagi untuk bisa mendisiplinkan diri kita,” katanya.
Dia menjelaskan, di beberapa tubuh manusia, virus ini memang seakan-akan tidak ada gejalanya.
“Namun kalau kita kemudian berdisiplin maka harapannya, tidak hanya untuk diri kita, tapi juga lingkungan kita,” tukasnya.(mht)














