Sejumlah Hotel Ambil Langkah Penutupan

oleh
oleh

SEMARANG – Pandemi Covid-19 yang terjadi ikut berpengaruh pada sektor perhotelan di Kota Semarang. Beberapa hotel memilih untuk tutup sementara dalam menghadapi wabah ini.


Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Benk Mintosih membeberkan, pandemi Covid-19 sudah membuat pengusaha kelimpungan. 

Sebab sudah sekitar 1 bulan belakangan, penghasilan bisnis usaha perhotelan dan restoran menurun hingga 90%.

“Sekitar 10 an lebih hotel memilih tutup dan merumahkan karyawannya dulu. Hal ini juga langkah bijaksana. Karena, jika pengusaha tidak bisa survive, bagaimana bisa bayar operasionalnya,” ujarnya, Minggu (5/4).

INFO lain :  Kejati Jateng Sunati 100 Anak di Semarang


Benk membeberkan, selain gaji karyawan, operasional hotel dan restoran yang harus dipenuhi setiap bulan adalah listrik, air, iuarn BPJS, dan pajak.


“Memang sebagian pengusaha perhotelan biasanya punya spare keuangan sekitar 2 bulan untuk bisa bertahan. Namun, saat ini sudah masuk bulan kedua, dan tidak menutup kemungkinan perhotelan akan merumahkan karyawannya,” sebutnya.

Jika sampai akhir April situasi masih seperti ini, paling yang bisa bertahan berdiri hanya beberapa.

INFO lain :  Pengecer Togel Hongkong di Pati Ditangkap Polisi


“Itu saja karena pemiliknya memang kuat, ini hitungan matematikanya. Tutup sementara adalah solusi. Sudah tidak ada lagi pemasukan,” terangnya.

Public Relations Incharge Hotel Santika Premiere Semarang, Anna Maria mengatakan, kebijakan tak beroperasional sementara merupakan kebijakan dari managemen pusat untuk satu bulan ke depan.


“Hotel sudah tutup dari 1 April kemarin, kemungkinan turup sementara ini satu bulan. Tapi kita juga masih menunggu kebijakan langsung dari pusat,” jelasnya.

Ungkapan juga di sampaikan Sales Executive Hotel Citra Dream Semarang, Vincentia Litha. Hotel yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang itu sudah tutup sementara pada 30 Maret lalu.

INFO lain :  Biar Tak Ditakuti, Polisi Ajak Anak TK Jalan-Jalan


“Kebijakan ini dilakukan atas instruksi dari kantor pusat yang ada di Jakarta. Dari kantor pusat, memberlakukan kebijakan work from home,” jelasnya.


Dia juga menjelaskan tidak ada masalah terkait penggajian karyawan. Menurutnya, gaji tetap diberikan di bulan ini. 


“Okupansi memang sudah sangat turun, meski ada beberapa tamu yang masih menginap , terpaksa kita pulangkan,” tandasnya. (mht)