BOYOLALI – Gunung Merapi kembali memuntahkan guguran awan panas, Sabtu (4/1) malam. Kejadian ini mengakibatkan hujam abu di kawasan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Hanik Humaida menerangkan, aktivitas gunung Merapi tersebut terjadi pada pukul 20.36 WIB.
“Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 55 mm dan durasi lebih kurang 105 detik,” kata Hanik dalam keterangan tertulisnya.
Hanik menjelaskan awan panas ini tidak terpantau secara visual. Hal ini dikarenakan suasana di Gunung Merapi sedang berkabut.
Guguran awan panas ini menyebabkan terjadinya hujan abu tipis yang terjadi di wilayah Cepogo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.
“Awan panas ini dilaporkan menimbulkan hujan abu tipis di sekitar Cepogo, Boyolali. Masyarakat diimbau mengantisipasi ganguan akibat abu vulkanik,” jelas Hanik.
BPPTKG merekomendasikan area dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Selain itu BPPTKG juga merekomendasikan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif.
Saat ini Gunung Merapi masih berstatus level II atau waspada. Status waspada ini sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018 yang silam. (mht)
















