Solo – Diduga sudah tidak kuat dengan penyakit menahun yang dideritanya, Paino, 43, warga Kampung Jatirejo RT 1, RW 39, Kelurahan Mojosongo, Kecamtan Jebres nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (9/7/2018) pagi. Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan pas weton kelahirannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa sekitar pukul 10.00 ini bermula saat istri korban,Sadini, 40, pergi ke rumah mertuanya di samping rumah korban.
“Saat mempersiapkan syukuran wetonnnya. Acaranya di rumah mertuanya, semua keluarga berkumpul disana untuk masak. Karena seharusnya sore ini (kemarin,Red) ada syukuran ulang tahun weton korban,” ungkap Kapolsek Jebres, Kompol Juliana.
Dari keterangan saksi, jam pukul 07.00 pagi, korban sempat datang mengecek persiapan acara. Setelah itu pulang kerumah pamit mau tidur. Setelah itu, sekitar pukul 10.00 istrinya pulang untuk mengecek suaminya.
“Namun tidak mendapati korban berada didalam kamar,” imbuh Juliana.
Saat mengecek kamar mandi, saksi menemukan dalam kondisi tertutup rapat dan dikunci dari bagian dalam. Wanita mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak mendapat jawaban dari dalam kamar mandi.
Sadini lantas memanggil Sadimin,70, mertua korban, hingga akhirnya mereka berdua mendobrak pintu tersebut. Saat pintu terbuka, mereka terkejut meliwat korban mengantung.
Tubuh korban sudah terbujur kaku menghadap tembok dengan leher menggantung menggunakan tali tambang warna orange. Tali tersebut digantungkan korban di ventilasi yang berada diatas bak mandi.
Dari hasil pemeriksaan keluarga, korban sudah menderita sakit lambung kurang lebih selama 4 th dan tidak kunjung sembuh.
“Itu yang menjadi pemicu korban nekat bunuh diri,” kata Kapolsek. (edit)
















