Salatiga – Pemkab dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat menggelar kunjungan ke Kota Salatiga untuk belajar toleransi.
Predikat tiga kali sebagai Kota Toleran se-Indonesia dari Setara Institute For Democray and Peace, membuat Pemkab Majalengka belajat tentang toleransi di Kota Salatiga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Majalengka, Abdul Gani mengungkapkan, keinginanmha itu saat berkunjung ke Kota Salatiga.
Kunjungan diterima langsung Walikota Salatiga, Yuliyanto di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Kamis (7/2/2019).
”Capaian Kota Salatiga sebagai kota ter-toleran selama tiga kali membuat kami penasaran. Apa resepnya sehingga Kota Salatiga bisa menjadi kota toleran. Karenanya bersama dengan FKUB Kabupaten Majalengka sengaja hadir di Salatiga untuk belajar tentang hal tersebut. Kami juga tertarik tentang bagaimana membuat kebijakan dan langkah-langkah untuk mendukung hal tersebut. Selain itu kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menjalin hubungan persahabatan antar daerah,” kata Abdul Gani.
Walikota Salatiga, Yuliyanto menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang disampaikannya.
Walikota mengatakan, capaian tersebut adalah karena peran seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda dan juga seluruh elemen masyarakat yang menjaga kondusifitas.
“Ada lebih dari 30 etnis dan sekitar 300 WNA dari berbagai negara tinggal di Kota Salatiga ini. Pembangunan di Kota Salatiga fokus pada pembangunan pendidikan, kesehatan dan juga UMKM. Utamanya pada periode pertama Yuliyanto – Haris memang difokuskan pada pembangunan manusia. Tiga hal tersebut akan menghasilkan masyarakat yang wasis(cerdas), waras (sehat) dan wareg(sejahtera) dan kesemuanya tersebut ternyata berimbas pada tingkat toleransi masyarakat,” jelas dia.
Walikota juga menjelaskan, sebelum ada FKUB, di Kota Salatiga sudah ada Majelis Pimpinan Umat Agama Salatiga (PUASA).
Forum tersebut merupakan bukti bahwa di Kota Salatiga sudah ada keinginan untuk hidup damai oleh para tokoh agama dan hal ini didukung oleh masyarakat.
(dit)















