Lapas Kedungpane Semarang “Mantu”, Nikahkan Seorang Napinya

oleh

Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar prosesi Akad Nikah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bertempat di Aula Kunjungan Lapas Semarang, prosesi akad nikah digelar pada pukul 09.00 WIB dengan Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, M. Basya.

Humas Lapas Kedungpane Semarang, Fajar Exodiq mengungkapkan, akad nikah perkawinan seorang WBP-nya itu dilakukan terhadap Jumain. Dia merupakan napi yang sudah mendekam selama 2 tahun di balik jeruji itu.

“Akhirnya ia mendapat persetujuan menikah oleh Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi untuk melangsungkan akad nikad pada Rabu (6/6) kemarin, ” kata dia kepada wartawan. Kamis (7/6/2018).

INFO lain :  Sumartono, Penjabat Sekda Kota Magelang

Dikatakannya, pria yang dipidana karena kasus perampokan itu tampil rapi dengan mengenakan setelan jas hitam serta kemeja putih. Prosesi akad nikah pun berlangsung lancar dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas.

Dia secara lantang mengucapkan sumpah setianya di depan M Basya selaku penghulu. Pernikahan itu disaksikan puluhan orang dari pihak kedua mempelai dan petugas lapas.

INFO lain :  Mantan Direktur Keuangan PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya Ditahan

Terpisah, Kepala Seksi Bimkemas, Ari Tris Ochtia Sari mengatakan, pernikahan di Lapas adalah merupakan hak WBP selama di Lapas. Prosesi dapat terlaksana, apabila lengkap syarat substantif dan administrasinya.

“Acara pernikahan dilaksanakan dengan persetujuan Kalapas, berdasarkan hasil keputusan Kalapas Semarang atas permohonan pernikahan dari keluarga mempelai,” jelasnya.

INFO lain :  Ganjar Mengaku Selalu Hormat Kepada Puan Maharani

Ia menambahkan, persyaratan yang harus dilengkapi meliputi surat permohonan dan jaminan keluarga, surat keterangan kehendak nikah dari kelurahan setempat dan dari KUA.

Sementara Jumain sendiri mengaku senang dan bahagia bisa melangsungkan perkawinan meski di balik jeruji besi LP.

“Ya Alhamdulillah sangat senang. Bahagia rasanya karena mendapat ijin menikah di Lapas dari Pak Dadi (Kalapas),” ungkap Jumain saat menunggu calon pengantin wanita datang.edi