Ilustrasi
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekalongan, Supriono di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa realisasi pencapaian investasi 2017 tersebut didominasi dari sektor pembangunan hotel, perdagangan, dan jasa.
“Alhamdulillah, realisasi investasi selama 2017 sukses melampaui target yang dicanangkan dalam program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sebesar Rp62 miliar,” katanya.
Kendati demikian, kata dia, pencapaian target investasi 2017 sebesar Rp227 miliar lebih kecil dibanding tahun 2016 yang mampu mencapai Rp422 miliar.
Menurut dia, turunnya investasi pada 2017 tersebut karena dipengaruhi dengan semakin berkurangnya wilayah pengembangan untuk penanaman modal di daerah setempat.
“Kami menilai penurunan realisasi investasi pada 2017 dibanding tahun sebelumnya masih kami wajar karena faktor berkurangnya wilayah pengembangan investasi,” katanya.
Ia mengatakan pada 2018, pemkot sudah menerima konfirmasi terhadap rencana investasi yang akan dikembangkan di Kota Pekalongan, yaitu rencana pembangunan super market Superindo.
“Pada 2018, sejumlah investor sudah memberikan konfirmasi untuk pendirian bangunan sehingga kami akan menjaga iklim proinvestasi agar dapat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian warga,” katanya.*
















