Ilustrasi
INFOPlus.Semarang- Pekerjaan pemasangan kursi di Tribune Stadion Citarum dinilai asal-asalan. Di tribune timur jarak antarkursi sangat sempit, sehingga para penonton tidak bisa duduk nyaman.
Penonton harus jongkok, bersila, bahkan ada yang naik sandaran kursi, karena tidak ada ruang untuk kaki. Padahal, kursi tipe single seat tersebut baru saja dipasang, beberapa waktu lalu. Selain tribune timur, kursi single seat juga dipasang tribune sisi barat stadion. Penambahan kursi tersebut dianggarkan Rp 7,95 miliar, dari APBD Perubahan Kota Semarang 2017.
Ketua Umum Panser Biru, Kepareng menceritakan, saat menonton uji coba antara PSIS melawan tim sepak bola Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa (PPLM) Jakarta, Kamis (28/12), penonton duduk di kursi yang baru dipasang tersebut.
Di sisi barat, cukup nyaman, meski jarak antarkursi di depannya tidak terlalu lebar. Namun, saat penonton pindah ke tribune timur, tempat duduknya tidak nyaman. Pasalnya, tidak ada jarak antarkursi di depannya. Penonton pun kesulitan menempatkan kakinya saat menonton pertandingan.
Mereka pun harus menginjak tempat duduk saat pindah tempat. ”Pada pertengahan pertandingan, kami pindah ke tribune timur, duduk bersama kelompok suporter Snex. Di sana pemasangan kursinya asalasalan. Karena tidak ada ruang untuk kaki, banyak penonton yang akhirnya duduk di atas sandaran kursi,” kata Kepareng.
Dievaluasi
Dia menyarankan, agar anggaran yang ada bisa dialokasikan untuk yang lain. Misalnya, untuk perbaikan lampu di Stadion Citarum. Meski sudah ada lampu, namun tidak bisa difungsikan, sehingga pertandingan malam tidak bisa digelar. Atau bahkan untuk perbaikan rumput, agar lebih bagus. Semetara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Agus Riyanto menuturkan, pekerjaan proyek pemasangan kursi di Stadion Citarum, sedang dievaluasi.
Dia meminta agar pelaksana proyek memasang kursi selang-seling agar lebih nyaman. ”Dari dinas sudah mengecek ke lokasi, ini sedang dievaluasi. Saya minta kepada kontraktor agar pemasangan kursi diperbaiki. Dibuat selang-seling agar lebih nyaman. Kami beri waktu hingga 31 Desember untuk memperbaiki,” ujarnya kemarin.*
Sumber : Suara Merdeka















