Bulog Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Harga Pangan Terkendali Jelang Lebaran

oleh

SEMARANG,INFOPlus— Pemerintah memperketat pengawasan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani,Jumat(27/2) pagi
turun langsung meninjau Pasar Johar dan Pasar Kanjengan, Semarang, untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan tetap aman.Pantau itu mengajak instasi terkait dan Satgas Pangan,termasuk dari unsur kepolisian

Arizal menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar selama bulan suci dan menjelang Lebaran.
“Kami diperintahkan mengontrol pasar minimal tiga kali dalam seminggu. Ini bukan mencari-cari kesalahan pedagang, tetapi menjaga agar harga tetap stabil dan sesuai aturan,” tuturnya..

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, seluruh pasar diwajibkan memasang daftar harga acuan dari Kementerian Perdagangan. Daftar tersebut menjadi pedoman pembeli sekaligus alat kontrol bagi Satgas Pangan.
Jika ditemukan harga di atas ketentuan, pemerintah akan memberikan dua kali teguran. Bila masih melanggar, izin usaha dapat dicabut oleh Dinas Perdagangan. Tindakan hukum menjadi opsi terakhir jika pelaku usaha tetap membandel.
“Pengusaha boleh mengambil keuntungan, tapi jangan memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri untuk menaikkan harga di luar aturan,” tegas Arizal.

INFO lain :  32 Pemda di Jateng Terima Penghargaan Pertahankan WTP

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok relatif stabil. Daging sapi justru turun menjadi Rp130.000 per kilogram dari sebelumnya Rp140.000. Ayam ras turun ke Rp35.000 per kilogram, sementara telur ayam kini Rp29.500 per kilogram.
Beras premium C4 Super dijual sekitar Rp15.000 per kilogram dan dinilai sesuai harga eceran tertinggi (HET). Daging kambing terpantau di kisaran Rp150.000 per kilogram.
Namun, harga cabai mengalami kenaikan akibat tingginya curah hujan yang mengganggu pasokan. Cabai merah keriting berada di sekitar Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp82.000 per kilogram. Meski demikian, harga tersebut masih lebih rendah dibanding beberapa kota besar lainnya.
“Kami akan berkoordinasi dengan sentra produksi terdekat agar distribusi kembali lancar,” katanya.

INFO lain :  Jalur satu arah dari Kalikangkung diakhiri lebih cepat

Dari sisi pasokan, Arizal memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman. Hingga Februari 2026, cadangan beras Bulog mencapai 3,5 juta ton, naik dari 3,2 juta ton pada akhir 2025. Target penyerapan tahun ini mencapai 4 juta ton.
Bulog tetap menyerap gabah petani meski dalam kondisi cuaca ekstrem, termasuk dengan dukungan pengering (dryer) agar hasil panen tetap terserap optimal.
Selain menjaga pasokan dalam negeri, Indonesia juga menyiapkan 2.280 ton beras untuk kebutuhan jemaah haji 2026. Jumlah tersebut dinilai tidak memengaruhi cadangan nasional.
Menjelang Lebaran, pengawasan distribusi diperketat guna mencegah penimbunan. “Kami ingin masyarakat tenang, harga terkendali, dan stok tersedia. Itu prioritas utama pemerintah,” pungkas Arizal.
Pemantau dari pihak Bulog disambut gembira para pedagang di pasar Johar maupun Kanjengan. Mereka berharap bahan bahan khususnya kebutuhan bahan pokok selama bulan puasa hingga Lebarantetap stabil.