SEMARANG,INFOPlus. – Membawa tumbler kini telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak masyarakat. Selain mendukung pola hidup sehat dengan menjaga kecukupan cairan, penggunaan botol minum pribadi juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Namun di balik kebiasaan positif tersebut, ada cerita menarik yang terekam selama perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat ratusan botol minuman ‘tumbler’ milik masyarakat yang memanfaatkan jasa kereta api tertinggal. ini,terbukti selama awal semester tahun 2026 tercatat 183 tumbler milik pelanggan tertinggal di kereta maupun area stasiun.
Jumlah itu menjadikan tumbler sebagai barang yang paling sering tertinggal dibandingkan barang lainnya.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan fenomena tersebut menunjukkan semakin banyak pelanggan yang menjadikan tumbler sebagai perlengkapan wajib saat bepergian.
“Barang yang paling banyak tertinggal selama semester pertama tahun ini adalah tumbler”,jelasnya.
Ini,membuktikan semakin banyaknya pelanggan yang membawa botol minum pribadi sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Meski demikian, Luqman mengimbau pelanggan untuk lebih teliti dan meluangkan waktu sejenak sebelum turun dari kereta guna memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
Dengan kejadian itu,maka kemungkinan besar penumpang yang begitu fokus menyiapkan barang-barang penting seperti ponsel, dompet, dan tas saat hendak turun, tetapi lupa mengambil tumbler yang biasanya diletakkan di meja lipat, kantong kursi, atau di samping tempat duduk. Akibatnya, botol minum yang setia menemani perjalanan justru harus berakhir di ruang penyimpanan barang temuan.
Selain tumbler, KAI Daop 4 Semarang juga mencatat barang yang sering tertinggal berupa 160 tas, 80 telepon genggam, 74 aksesori, dan 25 paket makanan. Secara keseluruhan terdapat 1.289 barang temuan dengan nilai estimasi mencapai sekitar Rp820,3 juta selama semester pertama 2026.
Seluruh barang yang ditemukan petugas akan diamankan melalui sistem Lost and Found KAI, didata secara rinci, lalu disimpan hingga dapat dikembalikan kepada pemilik setelah proses verifikasi.
KAI pun mengajak pelanggan tetap membiasakan membawa tumbler sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, tetapi juga meluangkan beberapa detik sebelum turun dari kereta untuk memastikan seluruh barang bawaan telah terbawa.
Pemeriksaan sederhana terhadap kursi, rak bagasi, meja lipat, maupun area sekitar tempat duduk dapat mencegah tumbler—dan barang berharga lainnya—tertinggal, sehingga perjalanan tetap nyaman hingga tiba di tujuan. (Kar/Ts)
















