SEMARANG,INFOPlus – Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, geliat sektor properti di Kota Semarang justru menunjukkan sinyal optimisme. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan REI Expo Semarang 2026 yang digelar mulai Jumat(24/4) hingga 3 Mei 2026 di pusat perbelanjaan DP Mall Semarang.
Pameran yang diinisiasi Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah ini diyakini mampu mendorong transaksi sekaligus memperkuat pasar perumahan di wilayah tersebut.
Ketua DPD REI Jawa Tengah, Harmawan Mardiyanto, menyebutkan bahwa sebanyak 14 pengembang ikut ambil bagian dalam pameran ini dengan menawarkan beragam pilihan hunian.
“Semoga pameran ini membawa dampak positif, baik bagi pengembang maupun masyarakat yang sedang mencari rumah,”tuturnya.
Ia menyebutkan pameran offline masih memiliki daya tarik tersendiri meski tren pemasaran digital terus berkembang. Interaksi langsung dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan sekaligus membantu calon pembeli mengambil keputusan.
“Cukup datang ke satu lokasi, masyarakat bisa membandingkan banyak pilihan hunian sekaligus berkonsultasi langsung,” jelasnya.
REI Jateng kini menggabungkan strategi pemasaran online dan offline. Media sosial seperti TikTok dimanfaatkan untuk menarik perhatian awal, sementara pameran fisik memperkuat keputusan transaksi.
Dalam expo ini, hunian yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari rumah subsidi hingga rumah komersial dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar. Targetnya, sekitar 100 unit rumah dapat terjual selama pameran berlangsung.
Optimisme juga datang dari sektor perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menegaskan perannya sebagai motor pembiayaan perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Kepala Kantor Wilayah BTN Jateng–DIY, Fitri Novianty Ratna Kusuma, mengungkapkan bahwa tren penyaluran KPR terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Sepanjang 2025, penyaluran mencapai lebih dari 11.000 unit dengan nilai Rp1,9 triliun. Hingga April 2026, sudah lebih dari 2.000 nasabah dengan total kredit Rp338 miliar,” jelasnya.
Selama pameran, BTN juga menghadirkan berbagai promo menarik, seperti bunga mulai 2,65 persen fixed rate selama tiga tahun dan tenor hingga 30 tahun untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang melihat sektor properti sebagai penggerak penting ekonomi daerah. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kebutuhan hunian layak dan terjangkau merupakan bagian penting dari pembangunan kota,” ujarnya.















