SEMARANG,INFOPlus – Jelang Idul Fitri, masyarakat Semarang bisa bernapas lega. Bank Indonesia dan Pemkot Semarang menggencarkan Gerakan Pangan Murah, bikin harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Pasar murah dengan setiap lapak menawarkan bahan pokok,seperti beras,gula,sayur mayur,telur,minyak goreng itu,seperti Rabu(11/3) digelar di halaman Balai Kota,jalan Pemuda Semarang
Kepala BI Jateng, M. Nur Nugroho mengatakan , inflasi di Jawa Tengah pada Februari 2026 naik tipis ke 0,76%, sedikit lebih tinggi dari nasional (0,68%) karena permintaan pangan melonjak. Tapi Semarang justru lebih stabil, inflasinya 0,67%.
Tekanan harga terbesar datang dari makanan dan minuman, khususnya daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras. Meski begitu, beberapa harga sudah mulai menurun, contohnya cabai rawit hijau turun dari Rp57.000 jadi Rp48.000 per kg, sementara cabai rawit merah naik sedikit ke Rp86.000.
Strategi BI dan Pemkot Semarang mengandalkan 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Hasilnya, masyarakat bisa tetap belanja kebutuhan pokok tanpa panik.
Salah satu program andalan adalah paket sembako murah Rp50.000. Kupon ini sudah bisa ditebus di 240 kegiatan Gerakan Pangan Murah di 177 kelurahan. Paketnya lengkap: beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur.
Pemkot mengimbau warganya belanja bijak, supaya pasokan aman dan harga tetap stabil hingga Lebaran. Sehingga menyambut Idul Fitri dengan tenang dan hemat.(Kar/Prie)















