Prof Suharnomo Ingin Hasil Riset Undip Lebih Bermanfaat ke Masyarakat

oleh
dies natalis undip
Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-67 Undip di Muladi Dome, Tembalang, Semarang, Selasa (15/10)

SemarangINFOPlus. Rektor Undip Prof Suharnomo mendorong hasil riset akademisinya bisa lebih aplikatif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan semangat baru yang diusung, yakni Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat.

“Saya rasa kita ingin lebih membumikan riset-riset di Undip, tidak hanya skala lab (laboratorium) tapi benar-benar skala aplikatif di masyarakat,” tutur Prof Suharnomo di sela  Sidang Senat Akademik dalam rangka Dies Natalis ke-67 Undip di Muladi Dome, Tembalang, Selasa (15/10).

Menurut Rektor, tahun 2024 ini Undip telah berusia 67 tahun. Selama itu pula Undip telah mengabdikan diri dalam melaksanakan proses belajar mengajar di tingkat pendidikan tinggi di Indonesia.

INFO lain :  Awalnya Diragukan, Kepemimpinan Mbak Ita di Kota Semarang Kini Diapresiasi

“Insya Allah dengan komitmen yang tinggi dari para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan stakeholders lainnya, Undip akan terus bergerak maju dan berkembang ke depan,” ujarnya.

Tagline Undip dengan semangat yang baru, yakni Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat. Semangat ini semoga menjadi napas dari segenap kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dari mulai pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Tak hanya tingkat nasional, Undip juga telah tembus di world rank university. Sudah ada 43 program studi di Undip terakreditasi internasional atau 26,5% dari keseluruhan prodi yang ada

INFO lain :  Pesan Rektor Undip ke Maba: Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-kupu

“QS World University Ranking by subject, sudah ada lima bidang studi yang menempati posisi di 500 besar dunia. Posisi ini sungguh sangat membanggakan dan perlu diupayakan untuk meningkatkan posisi-posisi lainnya,” imbuh Prof Suharnomo.

Sementara hadir di Sidang Senat Akademik Dies Natalis ke-67 Undip, Prof Rhenald Kasali memberikan orasi ilmiahnya berjudul Pembangunan SDM yang Unggul dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan.

Menurut Prof Rhenald Kasali, untuk mengetaskan kemiskinan diperlukan suasana kerja yang bisa menghasilkan produktifitas. Dan produktifitas itu digejot dengan inovasi. Ini membutuhkan orang muda.

INFO lain :  Polda Jateng Selidiki Dugaan Pemerasan Mahasiswi PPDS Undip

“Orang-orang muda yang hari ini produktif dan yang membutukan pekerjaan yang balance. Karena terjadi gap antara generasi lama dan generasi baru. Persoalanya bagaimana kita menjembataninya?,” kata dia.

Supaya terjadi sinkronisasi kemampuan antara generasi lama dan baru harus ada pertukaran. Dan pertukaran tersebut ada di level perguruan tinggi, salah satunya di kampus Undip.

“Jadi dosen-dosen bisa mengajarkan anak-anak atau mahasiswa soal etos kerja, disiplin, loyal dan leadrship. Sebaliknya dosen juga mau belajar soal teknologi dari anak-anak atau mahasiswa. Anak-anak juga harus belajar disiplin dari generasi sebelumnya,” imbuh dia. []