Semarang – INFOPlus. Kota Semarang sisi barat, mulai dari Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Mijen, menjadi perhatian serius pasangan Jaguar (Agustina dan Iswar). Di wilayah itu akan diproyeksikan sebagai pusat logistik dan ekonomi Pulau Jawa.
Hal itu dikatakan oleh Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin dihadapan 800 peserta Rapat Kerja Anak Cabang Khusus (Rakerancabsus) PAC PDIP Mijen, Kota Semarang pada Selasa (8/10) malam.
Agustina mengatakan Mijen adalah wilayah dengan potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik.
“Mijen adalah wilayah luar biasa bagi kami karena kemenangan PDIP cukup besar,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Agustina memasrahkan kepada pasangannya, Iswar Aminuddin.
Iswar yang sudah pensiun sebagai PNS, memiliki kemahiran dalam membuat perencanaan tata ruang perkotaan (Planologi) sehingga visi yang terbilang ambisius itu optimis untuk diwujudkan.
“Beliau mantan Sekda tapi sekarang jadi kader PDIP, sebagai PNS masa baktinya masih panjang tapi dia pensiun dini demi bersama-sama kita untuk berjuang,” imbuh Agustina.
Iswar kemurdian memberikan sambutan untuk menyebut potensi tersembunyi di Mijen dan bagaimana mengembangkannya.
“Banyak potensi di Kecamatan Mijen bisa kita gali,” tuturnya.
Iswar menjelaskan, jika nanti kita mampu mewujudkan Semarang Outering Road (SOR) yang melintasi Kecamatan Mijen mulai dari Tugu, Ngaliyan, Gunungpati, Banyumanik, Tembalang, Pedurungan, dan Genuk mantan Sekda itu optimis seluruh wilayah akan terintegrasi dan interaksi masyarakat semakin masif.
“Maka semua kecamatan akan terintegrasi dan ekonomi akan meningkat,” tuturnya.
Apalagi jika pintu tol segera dibangun di Ngaliyan serta integrasi jalan tol yang melalui bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjungmas terwujud, maka sisi barat Kota Semarang akan menjadi pusat ekonomi yang memadukan industri, logistik, dan UMKM.
“Termasuk Mijen, akan menjadi pusat ekonomi dan industri utama di Jawa Tengah, bahkan untuk seluruh Pulau Jawa,” bebernya.
Di akhir sambutan, Iswar menyapa Murdoko yang sudah dia kenal sejak menjadi anggota DPRD Kota Semarang.
“Saya masih ingat beliau (Murdoko) saat menjadi anggota Komisi A DPRD Kota Semarang adalah orang yang berani,” ujarnya.
Kemudian dalam pernyataan selanjutnya, dia memberikan alasan kenapa lebih memilih menjadi Wakil Walikota dan mundur dari status PNS.
“Saya pensiun lebih muda 4 tahun dari status PNS untuk menemani Bu Agustina untuk berjuang bagi Kota Semarang,” ucapnya.
Dalam Rakerancabsus tersebut, diundang tokoh partai nonparlemen dari Hanura, PKN, PBN, dan Partai Umat partai mendukung Jaguar. []
















