Dampak Proyek Bendungan Jragung, Warga Pringapus Semarang Kesulitan Air Bersih

oleh
bendungan jragung bikin warga pringapus kesulitan air bersih
Audensi warga Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang dengan Pemdes yang keluhkan sulitnya mendapat air bersih sebagai dampak pembangunan Bendungan Jragung. (Foto Arie Kesawa)

UngaranINFOPlus. Warga Dusun Borangan, Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang kesulitan untuk mendapat air bersih. Dampak proyek pembangunan Bendungan Jragung.

Warga Dusun Borangan, Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang menuntut pengadaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan vital sehari-hari. Pasalnya, sejak proyek Bendungan Jragung berjalan, mereka kesulitan mendapat air bersih.

Tuntutan tersebut disampaikan warga saat audensi bersama dengan perangkat desa Candirejo menyikapi kekeringan di wilayahnya, Senin (26/8). Hadir dalam audensi tersebut, Kepala Desa Candirejo, Haryoto, didampingi perangkat desa dan jajaran Polsek Pringapus.

INFO lain :  Rute Trans Jateng Melewati Bandungan Semarang Masih Dikaji

Kepala Desa Haryoto mengatakan keluhan warganya soal kesulitan mendapatkan air bersih sudah dirasakan cukup lama, imbas pembangunan Bendungan Jragung.

“Sungai terbendung sehingga air yang mengalir ke sungai dekat pemukiman warga terhenti. Hal ini ditambah masuknya musim kemarau. Ada 212 KK di tiga RT yang akhirnya  terdampak (kesulitan air bersih),” kata Haryoto.

Pihak desa sudah memfasilitasi pertemuan dengan pelaksana proyek. Warga ingin dibuatkan sumur bor sebagao solusi sumber air. Permintaan tersebut dipenuhi pihak pengembang dan pemerintah desa dengan membuat sumur bor di lima titik.

INFO lain :  Bupati Jepara Tempuh "Jalur Belakang" dan Sudah "Keluar" Banyak Urusi Kasusnya

Hanya saja, lima sumber air baru itu ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih harian warga, khususnya untuk keperluan memasak. Akhirnya Pemdes Candirejo minta bantuan ke Pemkab Semarang untuk dropping air.

“Dan saat ini Pemdes mengupayakan bantuan air bersih ke BPBD sebanyak lima tanki dalam sehari,” imbuhnya.

Sementara, Suraden (65), warga Candirejo Borangan, mengaku sudah cukup lama ia dan ratusan warga lain di wilayahnya kesulitan air bersih.

Bahkan, sungai di wilayah Candirejo yang biasanya mengalir ke pemukiman saat ini kering sehingga warga kesulitan buang air.

INFO lain :  Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Semarang, Mbak Ita: Kembangkan Literasi untuk Masa Depan

Diketahui, pembangunan Bendungan Jragung yang menyerap investasi Rp2,3 triliun rampung pada tahun 2024 ini. Bendungan tersebut merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bendungan Jragung dibangun dengan daya tampung 90 juta m3 air, utamanya akan bermanfaat sebagai sumber air baku bagi wilayah Kota Semarang, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak. Juga menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 4.528 hektare di Kabupaten Semarang. (AK) []