Ubhara Jaya Lakukan Sharing Session Dengan Narasumber Asal Belanda, Dirk Boersma

oleh
Ubhara Jaya Lakukan Sharing Session Dengan Narasumber Asal Belanda, Dirk Boersma
Ubhara Jaya Lakukan Sharing Session Dengan Narasumber Asal Belanda, Dirk Boersma (Foto: PDD Ubhara Jaya)

BekasiINFOPlus. Komitmen Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) untuk terus melakukan pengembangan demi mencapai visi terus dilakukan salah satunya pada hari Selasa, 6 Agustus 2024 telah diadakan kegiatan Sharing Session yang bertemakan “Developing Psychological Safety, During Coaching & Delivering Feedback” yang dilakukan oleh Bapak Dirk Boersma dari Belanda selaku narasumber dan perwakilan dosen dan mahasiswa Ubhara.

Kegiatan sharing session ini dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Wustari L. Mangundjaya, M. Org. Psy., S. E., Psikolog dan selanjutnya kegiatan diskusi dimoderatori oleh Dr. Tugimin Supriyadi, Psikolog.

Psychologycal Safety

Disampaikan oleh Bapak Boersma bahwa Psychological Safety merupakan basic dari organisasi yang baik dan memiliki budaya kerja yang sehat. Dengan diterapkannya psychological safety, seseorang tidak takut mengungkapkan masalah sehingga bisa diselesaikan dari awal.

INFO lain :  Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Deklarasikan Dukungan Pada Pasangan Calon Presiden Prabowo-Gibran

“Seseorang akan menyampaikan kesalahan bila ia merasa safe. Sehingga ketika permasalahan diketahui, maka itu bisa dibenahi. Jika tidak diketahui, maka masalah itu akan tetap ada,” ucap Bapak Boersma.

Selain itu, Bapak Boersma juga menjelaskan bahwa ada satu hal sederhana yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin yang baik, yaitu mendengarkan.

“Dulu ketika saya bekerja dikantor pos, saya sangat tidak menyukai sistem yang ada dikantor pos. Dimana setiap ada surat yang masuk, surat tersebut dibuka dan dibuat salinan oleh pekerjanya. Tentu itu melanggar privasi. Akhirnya saya bertukar pesan dengan teman saya yang berisikan unek-unek saya tentang kantor pos itu. Dan keesokan harinya saya dipanggil. Karena saya sangat gelisah, saya memutuskan untuk menelpon atasan saya dan mengungkapkan semuanya. Keesokan harinya saat saya sampai menghadap direktur, justru beliau berterima kasih karena telah memberitahu keadaan yang sebenarnya terjadi karena selama ini dia hanya menerima kabar baik saja. Dan setelah itu saya diangkat menjadi konsultan, dan itulah pertama kali saya berkarir sebagai konsultan,” ucap Pak Boersma.

INFO lain :  Harga Cabai Naik! Sebabkan Komoditas Lain Ikut Naik
INFO lain :  Kepala LKPP Apresiasi Kinerja Mbak Ita di Pengelolaan Barang Jasa Pemkot Semarang

Pak Boersma juga menjelaskan tentang pola komunikasi yang dianjurkan untuk menerapkan psychological safety dalam organisasi, yaitu komunikasi adult-adult (komunikasi seimbang).

“Ada tiga pola komunikasi. Parents – Adult – Child (P-A-C), dimana yang sering terjadi adalah komunikasi Parents – Adult, dimana salah satu pihak banyak marah, memberi nasehat, menggurui sehingga pihak lain akan seperti child. Jika salah satu pihak menempatkan diri menjadi adult, maka pihak lain secara otomatis akan mengikuti. Dan inilah yang disebut dengan komunikasi seimbang,” Jelas Pak Boersma.

Learning Cycle

Terakhir, Pak Boersma menjelaskan tentang betapa pentingnya melakukan refleksi,