Semarang – INFOPlus. Kabar duka datang dari keluarga besar ormas Lindu Aji. Ketua Umum DPP Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah tutup usia. Ribuan pelayan antar jenazah almarhum ke pemakaman Bergota, Semarang.
Ketua Umum Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Telogorejo Semarang pada Kamis (13/6), sekira pukul 04.00 WIB. Almarhum wafat pada usia 65 tahun dan meninggalkan satu istri, tujuh anak dan dua cucu.
Ribuan pelayat mengiringi prosesi pemakaman jenazah Ikhwan Ubaidillah dari rumah duka Perumahan Griya Raharja, Kalicari, Pedurungan, menuju ke tempat pemakaman umum (TPU) Bergota I, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan.
Dari pantauan di rumah duka, ratusan karangan bunga berduka cita dari tokoh-tokoh ternama di Kota Semarang dan Jawa Tengah terpampang dari jalan utama, Jalan Supriyadi depan SMPN 15 Semarang hingga di jalanan kampung menuju rumah duka.
Ribuan pelayat, mulai dari pengurus dan anggota Lindu Aji sampai tokoh-tokoh penting dari beragam kalangan seperti anggota DPRD Kota Semarang, pejabat pemerintahan, lembaga nonpemerintahan, pengusaha serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya juga terlihat takziah ke rumah duka.
Mewakili keluarga yang ditinggalkan, Sekretaris Dewan Pembina Lindu Aji, Untung Budiarso mengatakan memohon doa pelayat yang hadir maupun warga Semarang, agar Ikhwan Ubaidillah bisa diterima di sisi Allah SWT dalam kondisi iman dan mendapatkan tempat sebaik-baiknya di surga.
“Saya mewakili keluarga besar, untuk almarhum Bapak Ikhwan mohon dimaafkan kesalahan beliau semasa hidup dan keluarga besar Lindu Aji merasa kehilangan beliau karena beliau adalah sosok pempimpin yang banyak mengayomi kita mengantarkan kita dan kader-kader Lindu Aji banyak yang menempatkan diri menjadi tokoh-tokoh yang sentral di beberapa kegiatan masyarakat,” beber dia.
Didampingi salah satu putra Ikhwan Ubaidillah, Septian Fajar, Untung juga menyampaikan pesan terakhir dari almarhum, yakni agar segenap anggota Lindu Aji untuk selalu menjaga kerukunan dan terus menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak.
“Pesan terakhir beliau, kita tetap menjaga kerukunan, kita terus jalin hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak, terutama keluarga besar Lindu Aji yang saat ini telah kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan kami,” ucapnya.
Nama Ikhwan Ubaidillah sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat yang disegani di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Ini lantaran ia mengkoordinir dan menjadi panutan bagi ratusan ribu anggota Lindu Aji yang tersebar di Jawa Tengah maupun provinsi lain di Tanah Air.












