Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, Pemkot Semarang Ungkap Pemicu Kenaikan

oleh
Aktivitas pedagang di Pasar Purwogondo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Harga kebutuhan pokok di Kota Semarang mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kota Semarang mengalami lonjakan harga. Pemkot Semarang ungkap pemicu kenaikan harga dan siapkan langkah antisipasi.

Harga kebutuhan pokok di Kota Semarang, khususnya beras mengalami kenaikan. Beras premium, dari sebelumnya sekitar Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu/Kg, kini mencapai Rp 16.500/Kg sampai Rp 17.000/Kg. Untuk beras medium, naik dari Rp 13.000/Kg menjadi Rp 14.000/Kg.

Kenaikan harga beras ini juga diikuti kenaikan harga komuditas lain, seperti cabai, telur, gula dan lainnya. Harga cabai merah misalnya, kini mencapai Rp 85.000/Kg. Harga cabai rawit pedas juga mencapai Rp 80.000/Kg.

Menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut Pemkot Semarang menyampaikan, kenaikan harga karena saat ini di Ibu Kota Jawa Tengah masih dalam masa tanam. Selain itu, hujan memicu banjir di sejumlah daerah yang selama ini menjadi sentra produksi beras

INFO lain :  Tukang Bangunan di Bekasi Ditikam Saat Sedang Bekerja

Plt Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Hernowo Budi Luhur mengakui banyak pedagang di Kota Semarang yang mengeluh terkait harga dan stok bahan pokok, khususnya beras. Saat ini pihaknya masih mengupayakan untuk mendorong stabilitas harga beras.

“Memang lagi prihatin, beberapa penjual beras susah. Saya tidak tahu persis distribusinya, tetapi kami dari sisi produksi memang sedang memasuki masa tanam, jadi memang (stok) kami dari sisa panen kemarin, sisi produksi kita juga kesulitan. Lalu pemilik-pemilik atau pedagang beras kecil itu memang tidak punya stok karena dari sisi produksi kita masa tanam,” beber dia, Selasa (20/2).

INFO lain :  Satpol PP Kota Semarang Robohkan 14 Kios Liar di Kompleks Pasar Johar MAJT

Ke depan, Pemkot Semarang akan melakukan sidak pasar guna mengetahui secara persis harga maupun stok beras serta bahan pokok lainnnya.

Hernowo menyebut, cuaca saat ini juga sangat mempengaruhi produksi beras. Banjir yang terjadi di daerah penghasil beras maupun kebutuhan pokok lain membuat jalur distribusi terhambat.

“Kalau cuaca kemarin El-Nino panas, sekarang sudah hujan ada beberapa daerah produksi kena banjir. Dan di Semarang sendiri masih masa tanam. Kita cuman 11 persen mampunya (produksi), yang lain tetap dari sekitar dan memang cuaca mempengaruhi distribusi,” terangnya.

INFO lain :  Mbak Ita Ingin Batik Warna Alam Gunungpati Jadi Ikon Kota Semarang

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Purwogondo, Kecamatan Semarang Utara, Ning (40) mengatakan, saat ini beras kualitas biasa paling murah, yakni Rp 16.000/Kg. Harga itu naik sebesar Rp 4.000 dari sebelumnya ia jual Rp 12.000/Kg

Sedangkan untuk beras premium mencapai Rp 17.000/Kg atau naik Rp 4.000. Meski mengalami kenaikan, stok beras diakuinya masih aman.

“Tidak tahu juga harganya naik kenapa, dan sudah naik sebelum Pemilu. Saya jualnya enggak susah, karena memang pasti ada yang beli. Tapi harapannya harga bisa stabil lagi,” ujar dia. (Ags/Mw)